Wali Kota Benhur Tomi Mano : Selamat Hari Guru Nasional dan Terima Kasih Untuk Guru – Guru Yang Mulia

0
316
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM. Gracio (LPC)
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat diwawancara. ( Gracio /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepada guru-guru yang mulia saya ucapkan terima kasih dalam mengabdi membentuk pribadi anak-anak bangsa, khususnya generasi muda Papua untuk menjadi anak-anak yang pintar dan cerdas.

Pemberian ucapan selamat Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM, tersebut dalam rangka HUT Ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019.

“Terima kasih juga atas dedikasi dan abdi tulus yang mulia oleh para guru yang mengabdi tanpa batas. “Kami pemerintah kota lewat  dinas pendidikan akan terus mendukung program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru menuju kota digital dalam dunia pendidikan di Kota Jayapura,” ujarnya, Senin, (25/11/2019).

Namun kata Wali Kota pada HUT PGRI dan HGN 2019 pemerintah Kota Jayapura masih memiliki masalah terkait kurangnya tenaga pengajar di Kampung Moso, Distrik Muara Tami.

“Ini akan saya sampaikan ke Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk mengevaluasi kebutuhan guru di masing-masing sekolah, khususnya di Kampung Moso, hal ini akan dikaji oleh Dinas Pendidikan Kota Jayapuara,” jelasnya.

Menurutnya, guru yang ada di Kota Jayapura sudah sangat sejahtera pasalnya semua kebutuhan guru baik itu intensif, sertifikasi semua di bayarkan pemerintah tepat waktu.

“Bukan hanya itu pemerintah juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi para guru di Kota Jayapura,”ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo, mengatakan Dinas Pendidikan Kota Jayapura tetap akan mendukung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dalam melakukan perbaikan  pada dunia pendidikan.

“Kita hanya bersifat unsur pelaksana dan jika ada kebijakan dari pusat mau tidak mau suka tidak suka kita tetap akan melaksanakan kebijakan tersebut. Jadi pada prinsipnya kita siap menjalankan semua kebijakan pada tataran dibawah,” katanya

Sedangkan untuk masalah kekurangan guru di Kampung Moso, jelas Fachrudin, kegiatan proses pembelajaran disana (Moso) tidak sama seperti di Kota

“Misalnya anak-anak disana itu butuh pendekatan guru kepada  mereka ini kondisi yang perlu di pahami. Jadi tidak sama di kota yang anak muridnya yang rajin ke sekolah,” beber Fachrudin. (Gracio/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here