KOBAR : Jelang Hari Raya Natal, DPRD Jayapura Coba Monitor Harga Bahan Pokok Melonjak

0
404
Koordinator Komunitas Bangku Rangkul (KOBAR), Emon Karuway. Richard Mayor (LPC)
Koordinator Komunitas Bangku Rangkul (KOBAR), Emon Karuway. Richard Mayor (LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Komunitas sosial di Kabupaten Jayapura yakni, Komunitas Bangku Rangkul disngkat KOBAR, meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura lewat OPD terkait, untuk meninjau lansung pasar-pasar, atau tempat-tempat jualan umum lainnya, dimana jelang hari raya natal, harga bahan pokok mulai melonjak dari biasanya.

“Kami meminta DPRD Kabupaten Jayapura, dan Pemkab Jayapura lewat OPD terkaitnya, untuk segera turun lansung guna meninjau ke pasar-pasar, atau tempat-tempat jualan umum lainnya. Dimana jelang hari raya natal, para pedagang mulai menaikan harga bahan pokok dari harga biasanya,” kata Koordinator Komunitas Bangku Rangkul (KOBAR), Emon Karuway, kepada Lintas Papua.Com, Minggu (24/11/2019) di Kota Sentani.

Disinggung soal apakah sudah ada kenaikan harga dari beberapa bahan pokok, sebut Emon Karuway dalam pantauan mereka, ada beberapa kenaikan harga bahan pokok seperti daging ayam, bawang, dan minyak goreng.

“Daging ayam sebelumnya dijual dengan harga 35 Ribu per 1 ekornya, sekarang sudah naik menjadi 55 Ribu- 60 Ribu per 1 ekornya. Minyak goreng  pun juga terjadi kenaikan dari yang sebelumnya dijual  20 Ribu per 1 liternya, kini naik menjadi 25 Ribu per 1 liternya. Bawang pun juga mengalami kenaikan,” kata Emon

Emon Karuway menyebutkan kenaikan harga pokok ini, terjadi atau sengaja dinaikan oleh para pedagang di hari-hari raya, baik lebaran maupun hari raya natal.

“Momentum kenaikan harga bahan pokok di Kabupaten Jayapura ini, sengaja dinaikan oleh para pedagang karena sudah mau dekat bulan desember, bulan natal”, Ujar Emon.

Untuk itu, kami mendesak DPRD Kabupaten Jayapura, dan OPD terkait di Kabupaten Jayapura segera membentuk tim untuk mengontrol kestabilan harga bahan pokok yang sengaja, mulai dimainkan oleh para pedagang di Kabupaten Jayapura.

“Kami mendesak DPRD Kabupaten Jayapura, dan OPD terkait di Kabupaten Jayapura bikin tim untuk mengotrol kestabilan harga dari bahan-bahan pokok ini. Supaya masyarakat di Kabupaten Jayapura tidak terbebani, dihari raya yang spesial ini, bagi umat Kristen di Kabupaten Jayapura”, Tegas Emon Karuway. (Richard Mayor/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here