Keren, Akses Jaringan Internet ke Kampung di Kabupaten Jayapura Gunakan VISAT

0
342
Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Giri Wijayanto, saat menerima Cinderamata dari pihak APJII sebagai komitmen membangun jaringan internet di Kabupaten Jayapura lewat VISAT. Richard Mayor (LPC)
Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Giri Wijayanto, saat menerima Cinderamata dari pihak APJII sebagai komitmen membangun jaringan internet di Kabupaten Jayapura lewat VISAT. Richard Mayor (LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Proses penyaluran jaringan internet hingga ke kampung-kampung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo) bersama Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) tidak menggunakan sarana Viber Optik (VO) tetapi menggunakan jaringan VISAT.

Ketua Bidang Event dan Media Manajemen APPJI, Muhamad Rifan mengatakan, kondisi geografis di Kabupaten Jayapura tidak memungkinkan untuk menggunakan jaringan VO. Sehingga pihaknya akan berupaya untuk menggunakan tehnologI VISAT untuk menjangkau seluruh kampung-kampung di Kabupaten Jayapura.

“Sisitemnya bagi hasil dengan pemerintah kampung, artinya ada investasi yang disimpan oleh pemerintah kampung. Jadi angaran desa yang digunakan dalam pembiayaan operasional pelayanan internet tidak hilang begitu saja,” ujar Muhamad Rifan di Sentani. Jumat (15/11/2019).

Dikatakan, investasi yang dibuat nantinya melalui kerja sama  antara APJII dan  Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di setiap kampung. Jadi layanan internet ini tidak hanya dinikmati oleh Pemerintah Kampung saja tetapi juga semua masyarakat yang berada di kampung itu.

“Partisipasi masyarakat dibutuhkan dalam hal ini, sehingga proses layanan internet benar-benar berjalan dan menjawab semua kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas  Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon mengatakan pihaknya sebagai fasilitator dalam penyedia jasa layanan internet ke kampung-kampung, saat ini hanya sampai kepada pemerintahan Distrik. Sementara kampung-kampung yang memiliki pemerintahan yang otonom dan dapat berdiri sendiri dengan ketersediaan anggaran yang cukup besar.

“Keuntungan pemerintah daerah saat ini yang bekerjasa dengan APJII adalah, anggota ISPnya ada 500 orang, sementara yang menggunakan IP publik ada 1500 orang. Jumlah 500 anggota ISP  ini memanfaatkan tehnologi VISAT dan ini sangat cocok dengan letak geografis Kabupaten Jayapura,” Ujar Gustaf Griapon.

Sekedar diketahui, sebut Gustaf Griapon di setiap Distrik di Kabupaten Jayapura sudah kami pasang fasilitas internet melalui teknologi VISAT, saat ini yang kami dorong adalah pemanfaadtan teknologi ini oleh pemerintah Distrik ke kampung-kampung yang ada di sekitarnya,” Pungkas Pelaksana Tugas  Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura itu. (Richard Mayor/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here