Wali Kota Benhur Tomi Mano Serahkan 8 Kapal Tangkap Bermesin 3 GT kepada Nelayan

0
341
Wali Kota Jayapura,  Dr Benhur Tomi Mano, MM menyerahkan Kartu Usaha Pelaku Kelautan Perikanan dari Jasindo. (Foto Humas Setda Kota Jayapura)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan menyerahkan 8 kapal tangkap berkapasitas mesin 3 GT. Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM menyerahkan bantuan tersebut kepada nelayan OAP Port Numbay, nelayan OAP umum dan nelayan Buton-Bugis-Makassar (BBM).

 

“Saya membagi kapal bagi nelayan kepada 3 kelompok, yang pertama OAP Port Numbay yang tinggal di kampung-kampung, seperti di Kayo Pulo, Kayu Batu, Enggros dan Tobati, Nafri, Skouw Sae, Skouw Mabo, Skouw Yambe, lalu para nelayan OAP umum, dan para nelayan Buton-Bugis-Makassar (BBM),” katanya di dermaga Polair Polda Papua, Jumat 23 November 2019.

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura,  Matheys Sibi, SStp, M.Si., mengatakan bahwa sebagai daerah dengan potensi perikanan tangkap yang berada pada wilayah pengelolaan perikanan atau dikenal sebagai (PP 171). Kota Jayapura menjadi target pasar komoditas unggulan ikan tuna, tenggiri dan cakalang (TTC).

Delapan Kapal Tangkap Berkapasitas Mesin 3 GT (Foto Humas Setda Kota Jayapura)

“Saat ini komoditas ikan unggulan adalah ikan tuna, di mana ikan tersebut diolah menjadi produk tunaloin dengan akses pasar tujuan Makassar, Jakarta, bahkan jika grade nya tinggi dapat dikirim ke luar negeri seperti Jepang dan negara Eropa lainnya,” katanya.

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan terus menyediakan armada dan merevitalisasi armada. Dengan harapan potensi perikanan tangkap yang ada dapat dikelola dengan optimal dalam rangka peningkatan produksi perikanan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Untuk menyuplai kebutuhan pangan tersebut secara kontinu, kepala dinas perikanan menyebutkan ada dua langkah yang perlu dilakukan. Pertama adalah penyediaan armada tangkap yang memadai, kedua revitalisasi armada tangkapan.

Nelayam juga mendapat proteksi dari pemerintah sebagaimana diatur di dalam UU Nomor 7 tahun 2016. Para nelayan dilindungi negara melalui asuransi Jasindo dengan Kartu Usaha Pelaku Kelautan Perikanan (Kusuka) dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis. (HUMAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here