Nampak para peserta lomba dari siswa-siswi yang sedang tampil dalam lomba lagu rohani Islam dan Kristen. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menjalankan program kerja sebagai salah satu sekolah menengah atas (SMA) dengan sistem zonasi terkait penguatan pendidikan karakter kepada peserta didik, SMAN 1 Sentani menggelar lomba lagu rohani bernuansa Islam dan Kristen.

Kegiatan lomba lagu Islam yang sering disebut Nasyid, sedangkan untuk lomba lagu Kristen dalam bentuk vokal group maupun Solo yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X hingga kelas XII. Lomba lagu rohani ini diikuti tiap-tiap kelas (tingkatan) maupun jurusan. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Sentani Agnes A. Mambieuw, S.Pd.

Usai pembukaan, Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes A. Mambieuw, S.Pd, kepada wartawan media online ini menyatakan lomba lagu rohani yang diselenggarakan pihaknya ini merupakan salah satu program kerja dari SMAN 1 Sentani sebagai sekolah dengan sistem zonasi.

“Ini salah satu program dari kami dalam hal ini SMAN 1 Sentani sebagai sekolah zonasi yaitu, penguatan pendidikan karakter kepada seluruh peserta didik. Sehingga di akhir semester ini kami menyelenggarakan lomba lagu-lagu rohani bernuansa Islam yang sering disebut denga Nasyid dan juga lagu-lagur rohani Kristen dalam bentuk vokal group maupun solo, yang di ikuti oleh seluruh siswa dari kelas X hingga kelas XII,” ujar wanita yang akrab disapa Agnes, Rabu (20/11/2019).

Ia melanjutkan, lomba lagu rohani ini disambut sangat antusias sekali oleh siswa-siswi SMAN 1 Sentani dan juga menjadi bagian penting bagaimana cara mereka mengagungkan kebesaran nama Tuhan melalui syair atau lagu-lagu yang dilantunkan atau diungkapkan.

Lomba lagu rohani bernuansa Islam dan Kristen, sambung Agnes, yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari masing-masing kelas ini, guna menanamkan rasa cinta mereka kepada Tuhan dan juga memupuk kerohanian mereka.

“Mereka tidak hanya dituntut untuk bernyanyi saja. Akan tetapi, mereka harus bisa menjiwai setiap syair-syair lagu yang dilantunkan pada saat lomba berlangsung, guna peningkatan karakter mereka di bidang kerohanian. Lomba lagu rohani ini akan kita lakukan selama satu hari, yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi perwakilan-perwakilan dari semua tingkatan (kelas) maupun jurusan,” ujarnya.

Kata Agnes, dalam lomba lagu rohani ini pihaknya juga telah mengundang dari beberapa sekolah yang ada di sekitar SMAN 1 Sentani. “Akan tetapi, sekolah-sekolah tersebut belum siap untuk mengikuti lomba-lomba seperti ini. Dikarenakan ada sekolah yang tidak mempunyai siswa yang beragama Islam, sehingga sekolah-sekolah itu menolak ikut ambil bagian dan tidak mau terlibat di dalam lomba lagu rohani yang kami adakan tahun ini,” katanya.

Agnes menambahkan, lomba lagu rohani Islam dan Kristen yang diselenggarakan pihaknya ini diharapkan siswa-siswi betul-betul bisa hidup bertoleransi.

“Harapannya kami memang kesana, jadi anak-anak ini bagaimana kami arahkan mereka untuk benar-benar hidup di tengah perbedaan. Kalau kami lihat disini perbedaan agama itu cukup bagus, baik itu antara Islam dan Kristen maupun dengan agama yang lain,” paparnya.

“Kami harapkan anak-anak ini mulai membangun jalinan tali silaturahmi yang baik serta hidup bertoleransi dengan baik antar sesama umat beragama mulai dari lingkungan mereka di sekolah. Artinya, mereka saling menghargai dan saling menghormati antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. Apalagi kita ada di Kabupaten Jayapura, maka itu kita tetap dan harus mendukung program Pemkab Jayapura yang sudah mencanangkan kabupaten ini sebagai zona integritas kerukunan umat beragama beberapa waktu yang lalu,” tukas Agnes Mambieuw. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here