Bupati Kabupatrn Mamberamo Tenggah, Ricky Ham Pagawak, saat menyampaikan sambutan. (Gracio /LPC

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah menggelar Bimtek Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dan Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) sesuai dengan Perpres 16 Tahun 2018 dan Perpres 17 Tahun 2019, di Hotel Metta Star, Selasa, (19/11/2019).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Mamberamo Tenggah, Ricky Ham Pagawak.

Dalam sambutannya, Bupati Ricky Pagawak mengatakan, pada pertengahan Tahun 2014 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) telah mengembangkan aplikasi SIRUP untuk memberi kemudahan bagi Kementrian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan Instansi (K/L/D/I) dalam pelaksanaan mengumumkan RUP.

Menurutnya, saat ini beberapa fitur SIRUP dapat digunakan untuk memfasilitasi K/L/D/I dalam mengumumkan RUP pada website masing-masing.

“Oleh karena itu pada kesempatan ini Pemda Mamteng malaksanakan Bimtek ini, sehingga dimohon kerjasama dan kesungguhan dari semua pihak terutama para SKPD di lingkungan Pemda Mamteng selaku penggunan anggaran atau kuasa pengguna anggaran (PA/KPA),” jelas Ricky.

Lebih lanjut dijelaskan, sejak tahun 2015 pengumuman RUP melalui SIRUP menjadi syarat bagi K/L/D/I untuk melakukan lelang secara elektronik menggunakan SPSE.

“Selain sebagai syarat lelang, SIRUP dibangun dan dikembangkan dalam rangka optimalisasi proses pelaporan pengadaan barang/jasa pemerintah secara online dengan menggunakan apilkasi monev online,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian pengadaan barang dan jasa Sekda Kabupaten Mamberamo Tenggah, Darlin Simanjuntak menjelaskan, kegiatan Bimtek yang sesuai dengan Perpres 16 Tahun 2018 dan Perpres 17 tahun 2019 dilaksanakan untuk pelaksanaan barang dan jasa di Kabupaten Mamteng, sehingga diharapkan kedepan semua paket pengadaan barang dan jasa kontruksi serta jasa konsultasi akan dilaksanakan lewat kantor UKBPJ Mamteng.

“Jadi kegiatan ini kita fokus dulu untuk melatih PPK di OPD masing-masing, dikarenakan mereka yang punya tugas dan wewenang didalam pengadaan barang dan jasa hampir 80% dari proses awal sampai akhir pengadaan,” jelasnya.

(Gracio/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here