Kodam Cenderawasih Kenalkan Kopi Wamena Di Gebyar Karya Pertiwi Ke-2

0
306
Kodam Cenderawasih Kenalkan Kopi Wamena Di Gebyar Karya Pertiwi Ke-2. (Pendam XVII/Cenderawasih)
Kodam Cenderawasih Kenalkan Kopi Wamena Di Gebyar Karya Pertiwi Ke-2. (Pendam XVII/Cenderawasih)

 

JAYAPURA (LISTAS PAPUA) – Memasuki hari kedua acara Gebyar Karya Pertiwi Ke-2 Tahun 2019, sejumlah pengunjung nampak terus ramai dan memenuhi Gedung Balai Sudirman yang menampilkan serta menyediakan beberapa tarian-tarian, aneka pernak pernik dan aksesoris serta banyak juga yang menyajikan makanan dari berbagai khas daerah di seluruh Indonesia, Kamis (14/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut Stand Kodam XVII/Cenderawasih kali ini menyajikan kopi yang terkenal dengan aroma khasnya yaitu Kopi Wamena.

Kopi Wamena yang terkenal dengan rasa pahitnya dengan dipadukan sedikit rasa asam yang khas membuat stand Kodam XVII/Cenderawasih ramai dikunjungi oleh para tamu undangan lokal maupun nasional.

Menurut salah satu pengunjung Gebyar Karya Pertiwi 2019, Agus asal Jawa Barat mencoba menyicipi Kopi Wamena, usai merakan, ia menyebutkan “Rasa kopinya beda dari kopi pada umumnya yah, perpaduan rasa pahit dan sedikit asamnya itu membuat rasa yang komplit ditambah dengan aromanya yang menambah selera,” kata Agus.

Sementara itu, Ibu Pangdam XVII Cenderawasih, Ny. Mudi Herman Asaribab yang saat itu berada di Stand yang sama menjelaskan kepada para pengunjung bahwa Kopi Wamena memang sedikit berbeda dari kopi-kopi lainnya.

“Pahit dengan perpaduan asamnya itu yang membedakan Kopi Wamena dengan kopi lainnya,” kata Ny. Pangdam XVII Cenderawasih.

Sopian seorang barista muda asal Jakarta yang mahir meracik macam aneka kopi pun mengungkapkan kekagumannya atas kopi yang berasal dari pegunungan tengah Papua tersebut. Dimana baru pertama kali ia meracik biji Kopi Wamena yang setelah di grinder mengeluarkan aroma harum.

“Setelah saya grinder, harumnya langsung keluar dan berkhas sekali, aromanya pun beda dari kopi-kopi lainnya, 3 tahun saya jadi barista inilah biji yang mengeluarkan aroma yang paling khas,” Pungkas Sopian.

(Pendam XVII/Cenderawasih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here