Provinsi Papua menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) XXXVI sekaligus pelepasan kontingen pelajar papua mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV di Halaman Kantor Gubernur Papua, Rabu, 13 November 2019. (Gracio / LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Provinsi Papua menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) XXXVI sekaligus pelepasan kontingen pelajar papua mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV di Halaman Kantor Gubernur Papua, Rabu, 13 November 2019.

Provinsi Papua menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) XXXVI sekaligus pelepasan kontingen pelajar papua mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV di Halaman Kantor Gubernur Papua, Rabu, 13 November 2019.. (Gracio / LPC)
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Ani Rumbiak saat menyerahkan bendera kepada Ketua Kontingen Popnas Timothius Matuan. (Gracio/ lintaspapua.com)
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Ani Rumbiak, saat menyalami para atlet. (Gracio /lintaspapua.com)

Turut hadir dalam upacara, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Perwakilan pejabat Lantamal X, Perwakilan pejabat Kodam XVII Cenderawasih, Perwakilan gabungan TNI/ Polri, Ketua organisasi olahraga dan pemuda, Para official pelatih, asisten pelatih dan atlet Popnas Papua.

Dalam sambutan Gubernur Provinsi Papua,  Lukas Enembe yang di sampaikan Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Papua Ani Rumbiak mengatakan Pada hari ini kita baru bisa merayakan Haornas ke-36 tahun 2019 tingkat Provinsi Papua yang sebenarnya jatuh pada tanggal 9 September 2019 lalu.

Tema HAORNAS tahun 2019 ini adalah “Ayo olahraga di mana saja kapan saja” ini mengandung makna bahwa olahraga itu mudah karena dapat dilakukan dimana dan kapan saja, menjadi penting agar masyarakat tidak terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan di fasilitas olahraga yang tersedia.

“Pembangunan di dalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani kita berarti telah mendukung kebijakan bapak Presiden tentang revolusi mental, serta SDM unggul Indonesia maju, khususnya masyarakat Papua,” katanya.

Menurut Sport Development Index (SDI), sebagaimana disampaikan, keberhasilan pembinaan di suatu daerah atau negara tidak semata diukur dari banyaknya medali yang diperoleh dalam suatu event, akan tetapi diukur dari seberapa banyak masyarakat yang terlibat atau melakukan olahraga, “namun tidak dapat pungkiri bahwa ukuran prestasi olahraga yang diraih umumnya diukur dari banyaknya medali yang diperoleh,” ujar Ani.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2020, Provinsi Papua akan menyelenggarakan berbagai event olahraga tingkat nasional antara lain pekan olahraga nasional (PON) XX, Pekan Olahraga Cacat Nasional (PORCANAS) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS), ini merupakan pekerjaan yang berat dan harus kita sukseskan.

“Untuk itu kita harus melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya terhadap seluruh komponen yang dibutuhkan dalam menunjang suksesnya pelaksanaan seluruh event tersebut, termasuk para atlet kita harus berprestasi sehingga persiapan ini terus dilakukan,” jelasnya.

Salah satu persiapan atlet kata Ani, yang dilakukan sebagai program menuju PON adalah dengan mengikuti berbagai kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) organisasi olahraga, Pekan Olahraga Pelajar Nasional ( POPNAS) XV yang akan berlangsung pada tanggal 16 s/d 25 November 2019 di Jakarta.

“Ini adalah kesempatan atlet dan pelatih yang nantinya terlibat dalam PON dalam upaya meraih prestasi yang dapat dibanggakan,” katanya.

Untuk itu diigatkan bahwa berbagai faktor yang bisa menghancurkan prestasi seseorang, antara lain narkoba, minum keras, pergaulan bebas, kekerasan, dan sebagainya harus dijauhi kalau ingin berprestasi.

(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here