Kehadiran PPID Kab. Jayapura Wujudkan Transparansi Kelola Sumberdaya Publik

0
219
Sosialisasi Pembentukan PPID tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, ST, didampingi Kepala Bidang ( Kabid) IKP pada Diskominfo Kabupaten Jayapura Fredrik Modouw, S.Sos selaku pejabat (PPID) Kabupaten Jayapura bersama sejumlah staff lainnya. (Irf /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) terbentuk sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Walaupun PPID ini merupakan suatu yang baru di Kabupaten Jayapura, khususnya di Distrik Nimboran, namun kehadiran PPID ini dirasa penting untuk mendorong Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang transparan dan akuntabel dalam mengelola sumberdaya publik.

Demikian disampaikan Kepala Distrik Nimboran, Marsuki Ambo, S.ST, dalam rilis persnya yang dikirim via pesan WhatsApp ke wartawan media online ini, pekan kemarin usai kegiatan Sosialisasi Pembentukan PPID Pembantu di tingkat Distrik dan Kampung di wilayah Distrik Nimboran.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon.ST didampingi Kepala Bidang( Kabid) IKP Diskominfo Fredrik Modouw, S.Sos selaku pejabat ( PPID )Kabupaten Jayapura bersama staff, menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) tingkat Distrik dan Kampung. Sesuai Amanat UUD No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Distrik Nimboran Marsuki Ambo. S.ST. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Joel Wanda,SS Komisioner,Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Papua sebagai narasumber. Dimana kegiatan ini berlangsung di aula Kantor Distrik Nimboran, dengan peserta perwakilan Forkopimda Distrik Nimboran, 13 Kepala Kampung dan 1 Kelurahan di Wilayah Distrik Nimboran. Sentani 07 November 2019.
#Pemkab_Jayapura
#Diskominfo

Sisoalusasi melibatkan perwakilan dari 13 Kampung dan 1 Kelurahan pada Distrik Nimboran yaitu, Kelurahan Tabri, Kampung Gemebs, Kampung Singgri, Kampung Singgriway, Kampung Oyengsi, Kampung Imsar, Kampung Meyu, Kampung Benyom, Kampung Kuwase, Kampung Kuipons, Kampung Pobaim, Kampung Yenggu Lama, Kampung Yenggu Baru dan Kampung Keitemung.

Dikatakan Kadistrik Marsuki, PPID merupakan sesuatu yang baru, namun dirinya selaku pemerintah ditingkat bawah sadar betul akan kebutuhan informasi pada tingkat kampung dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dewasa ini.

“Apalagi kampung sudah mengelola website sendiri, kita akan buka ruang untuk berkolaborasi dari segala aspek. Baik itu aspek ekonomi, budaya, pembangunan, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” jelasnya. Melalui WhatsApp, Sabtu (9/11/2019) pekan kemarin.

Menurutnya, kehadiran PPID pada Distrik Nimboran tempatnya memimpin sebagai salah satu Distrik percontohan di Kabupaten Jayapura, diyakini dapat merangkum seluruh persoalan berhubungan dengan informasi publik dan nantinya PPID yang akan menyiapkan kebutuhan tersebut.

Selanjutnya, setelah sosialisasi pihaknya akan menyiapkan segalanya untuk pembentukan PPID di Distrik, baru setelah itu secara perlahan baru akan dibentuk PPID pada kampung.

“Kami dari distrik dan beberapa kampung yang ada sangat berterima kasih karena sudah dapat mengerti akan pentingnya kehadiran PPID setelah dilakukan sosialisasi,”papar, Marsuki.

Sekedar diketahui, sosialisasi Pembentukan PPID tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, ST, didampingi Kepala Bidang ( Kabid) IKP pada Diskominfo Kabupaten Jayapura Fredrik Modouw, S.Sos selaku pejabat (PPID) Kabupaten Jayapura bersama sejumlah staff lainnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here