Amerika Serikat dan ASEAN : Memperluas Kemitraan yang Berkelanjutan

0
382
Garuda Shield 19 Opening Ceremony was a true demonstration of the 70 year partnership between the US and Indonesia. Soldiers from both countries stood shoulder to shoulder, professional and ready to conduct a wide range of military to military training in the coming days. (ISTIMEWA)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Keterlibatan AS dengan sepuluh negara anggota ASEAN tidak pernah sekuat sekarang ini. Amerika Serikat menyambut ASEAN’s Indo-Pacific Outlook atau Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik, dan saling melengkapi dengan Strategi Indo-Pasifik Amerika, dan juga pendekatan regional sekutu dan mitra kami.

Amerika Serikat beritikad untuk menegakkan kedaulatan, transparansi, tata kelola pemerintahan yang baik, sentralitas ASEAN, dan tatanan berdasarkan aturan, bersama dengan semua sekutu dan mitra kami. Pada keempat bidang prioritas Pandangan ASEAN – hubungan ekonomi, infrastruktur, maritim, dan ikatan konektivitas – ikatan hubungan dengan Amerika Serikat semakin dekat.

Kerja Sama Ekonomi

  • Pada 2018, perdagangan dua arah AS-ASEAN dalam bentuk barang dan jasa mencapai 334 miliar dolar, dengan ekspor AS sebesar 123 miliar dolar dan terus meningkat.
  • Investasi AS di ASEAN mencapai 271 miliar pada 2018, lebih besar dari invstasi AS di China dan Jepang secara gabungan.
  • Amerika Serikat dan Sekretariat ASEAN mengumumkan pembukaan negosiasi untuk mengaitkan “Satu Jendela” atau “Single Window” ASEAN dengan Sistem U.S. Automated Commercial Environment (ACE), yang mengatur semua perdagangan barang yang masuk ke Amerika Serikat. Menjadikan tautan ini untuk selanjutnya akan memfasilitasi 272 miliar dolar perdagangan barang dua arah antara Amerika Serikat dan ASEAN.
  • Dialog Kebijakan Siber pertama ASEAN-AS, diselenggarakan pada 3 Oktober di  Singapore Cyber Week, mempromosikan pendekatan bersama terhadap keamanan siber, perdagangan digital, dan 5G.

Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan

  • Amerika Serikat berkolaborasi dengan negara lain untuk membangun Blue Dot Network, sebuah platform multisektor yang akan memberikan “tanda” persetujuan yang diakui secara global untuk proyek-proyek infrastruktur berkualitas tinggi.
  • Diumumkan tahun 2018, Infrastructure Transaction and Assistance Network (ITAN) Transaction Advisory Fund atau  Dana Penasihat Transaksi Infrastruktur dan Jaringan Bantuan yang akan memberikan layanan konsultasi hukum dan bantuan teknis kepada negara-negara ASEAN dalam mengkaji  proyek-proyek infrastruktur potensial. Proyek-proyek spesifik akan diumumkan pada akhir tahun 2019. Departemen Luar Negeri menginvestasikan 47,9 juta dolar dalam ITAN tahun ini.
  • Digital Connectivity and Cybersecurity Partnership (DCCP) atau Kemitraan Konektivitas Digital dan Keamanan Siber mendukung pengembangan infrastruktur komunikasi melalui kemitraan yang dipimpin swasta dengan mempromosikan kebijakan regulasi transparan untuk pasar kompetitif terbuka. DCCP juga membangun kapasitas mitra untuk menangani ancaman keamanan bersama, beserta dengan pengembangan kapasitas dan kegiatan keterlibatan dalam perdagangan. Departemen Luar Negeri dan USAID tahun ini menyediakan 26,5 juta dolar dalam bentuk pendanaan untuk DCCP.

Kerja Sama Maritim

  • Latihan Maritim ASEAN-AS perdana, yang diselenggarakan bersama Thailand, melibatkan  delapan kapal angkatan laut dan penjaga pantai serta lebih dari 1.000 pelaut dari 11 negara.
  • Pada Desember, Southeast Asia Maritime Law Enforcement Initiative’s (SEAMLEI) Commanders’ Forum atau Forum Komandan Penegakan Hukum Maritim Asia Tenggara akan mempertemukan para komandan Penjaga Pantai regional untuk diskusi dan lokakarya yang berfokus pada: melawan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU); berbagi informasi melalui pusat-pusat fusi maritim regional; serta melawan ancaman keamanan maritim.
  • Awal tahun ini, Amerika Serikat akan menjadi salah satu penyelenggara utama lokakarya puing-puing laut ARF perdana, serta diskusi kerjasama penegakan hukum maritim untuk melawan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur.
  • Amerika Serikat berkoordinasi bersama badan khusus PBB, Organisasi Maritim Internasional, menyelenggarakan lokakarya tentang keselamatan pelabuhan untuk memerangi terorisme maritim di Indo-Pasifik.

Konektivitas

  • U.S.-ASEAN Smart Cities Partnership (USASCP) atau Kemitraan Kota-Kota Cerdas AS-ASEAN, yang diumumkan oleh Wakil Presiden Pence pada November 2018, berupaya menghubungkan sektor-sektor publik dan swasta AS dengan 26 kota-kota anggota di Jaringan Kota-Kota Cerdas ASEAN (ASCN) untuk mengatasi  tantangan urbanisasi yang pesat. Dengan investasi awal sebesar 10 juta dolar, USASCP sedang mengembangkan solusi pintar dan memperkuat kemampuan serta kapasitas keamanan siber regional.
  • Departemen Transportasi AS, dengan 2,1 juta dolar dukungan terhadap USASCP, memimpin lima proyek yang memiliki kesamaan dalam hal praktik-praktik terbaik antara kota-kota AS dan ASEAN untuk menciptakan transportasi umum yang cerdas. Lima kesesuaian ASEAN-AS akan diumumkan pada akhir 2019, dengan proyek-proyek yang dimulai pada awal 2020.
  • Mulai pada awal 2020, Program Water Smart Engagements (WiSE) akan mempertautkan tiga kota ASCN dengan kota, distrik, dan sarana utilitas di AS dengan tujuan meningkatkan keamanan perairan di wilayah ASEAN.
  • Lembaga Pembangunan Internasional AS (USAID) mengumumkan peluncuran Proyek ASEAN Policy Implementation (API) Project atau proyek Implementasi Kebijakan ASEAN (] . Dengan komitmen awal sebesar 2 juta dolar, USAID akan memperkuat sentralitas ASEAN dengan mendukung implementasi negara anggota terhadap kebijakan ASEAN di bawah Masyarakat Ekonomi ASEAN. USAID akan mengidentifikasi dan mengejar kebutuhan dan peluang nyata untuk mendukung implementasi kebijakan ASEAN yang ditargetkan di tingkat negara anggota.
  • Amerika Serikat mengumumkan peluncuran U.S.-ASEAN Innovation Circle” atau “Lingkar Inovasi” AS-ASEAN, kelompok 24 inovator dan pemimpin dalam hal pemikiran – dua orang dari masing-masing negara ASEAN, Timor-Leste, dan Amerika Serikat – yang akan menjalankan kompetisi pada tingkat akar rumput yang mencari solusi terhadap tantangan regional dalam: ekonomi digital; kewirausahaan perempuan; bisnis yang bertanggung jawab secara sosial; dan mengembangkan lingkungan untuk usaha rintisan.
  • Pertemuan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI)  atau Inisiatif Pemimpinan Muda Asia Tenggara ke-6 tahun 2019 (di Phuket, Thailand, menyatukan 150 pemimpin baru YSEALI dari seluruh wilayah. Pemenang hadiah pertama kompetisi tahap awal proyek kemasyarakatan, WeAble, akan menggunakan dana awal untuk menawarkan pelatihan kejuruan kepada 1.000 orang penyandang cacat di empat kota di Indonesia.
  • U.S.-ASEAN Internship Program atau Program Magang AS-ASEAN saat ini memiliki  372 pekerjaan magang di 12 perusahaan AS di tujuh negara ASEAN dan terus berkembang.

Konektivitas di Mekong
Amerika Serikat terus mempromosikan infrastruktur, energi, dan ekonomi digital melalui program yang diluncurkan di bawah Strategi Indo-Pasifik AS di kawasan Mekong yang penting secara strategis. Keterlibatan kami telah memberikan peningkatan nyata bagi kehidupan rakyat di wilayah Mekong, dan  kami akan meningkatkan keterlibatan  serta  memperluas cakupannya.
Pada bulan Agustus, Menlu Pompeo mengumumkan 45 juta dolar dalam bentuk sumber daya untuk memperluas keterlibatan di kawasan ini.

  • Japan-U.S. Mekong Power Partnership (JUMPP) atau Kemitraan Ketenagalistrikan Mekong Jepang-AS : 29,5 juta dolar untuk mempromosikan dan mengembangkan infrastruktur energi regional Mekong yang berdasarkan prinsip dan berkelanjutan.
  • Dedikasi 14 juta dolar untuk melawan kejahatan transnasional, serta penyelundupan narkoba, perdagangan manusia dan satwa liar.
  • Sebuah kemitraan dengan para ahli dari Bank Dunia, Australia, Prancis, dan Jepang untuk melaksanakan penilaian keamanan bendungan untuk 55 bendungan di  Laos.
  • Dukungan bagi proyek-proyek energi dan infrastruktur untuk mengembangkan  lahan-lahan terminal impor gas alam cair dan proyek-proyek gas-untuk -pembangkit  listrik di Vietnam, serta pembangkit listrik tenaga angin dan surya.
  • Kemitraan AS dengan Republik Korea untuk menerapkan teknologi satelit untuk mengamati secara lebih baik tren banjir dan kekeringan, atas dukungan dari Komisi Sungai Mekong (Mekong River Commission).
  • Dukungan untuk Ayeyawady-Chao Praya-Mekong Economic Cooperation Strategy (ACMECS) atau Strategi Kerja Sama Ekonomi Ayeyawady-Chao Praya-Mekong  sebagai mitra pembangunan, dan penyelarasan Lower Mekong Initiative serta proyek-proyek yang didanai dari Strategi Indo-Pasifik dengan gol-gol ACMECS.

(Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs web Misi AS untuk ASEAN di https://asean.usmission.gov/.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here