Generasi Muda Yang Hebat, Bukan Hanya Menghindari Narkoba, Tapi Juga Seks Bebas. Richard (LPC)
Generasi Muda Yang Hebat, Bukan Hanya Menghindari Narkoba, Tapi Juga Seks Bebas. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Generasi Muda, Pelajar, Remaja, atau Generasi Milenial yang hebat. Bukan hanya menghindari narkoba, tapi juga seks bebas atau seks sejak dini.

Dari langsiran BNN, narkoba adalah bahan atau zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan dan psikologi mulai dari pikiran, perasaan  serta perilaku pengunanya. Serta menimbulkan ketergantungan fisik dan gangguan psikologi dari pengunanya.

Berbicara narkoba, tentulah  harus kita mengetahui dampak dan jenis-jenis dari narkoba itu.

Narkoba sejatinya adalah jenis obat-obatan yang dipakai oleh dokter untuk membius pasien dalam kepentingan operasi.  Juga digunakan untuk proses penyembuhan penyakit tertentu.

Zaman semakin maju, dan orang-orang dari kalangan tertentu mulai menggunakan obat-obatan tersebut untuk tujuan yang negativ atau tidak baik. Sehingga menimbulkan dampak negativ. Bahwa obat-obatan yang digunakan untuk medis tersebut menjadi obat-obatan terlarang.

Masuk zaman generasi milenial hari ini, tentulah generasi milenial perlu, dan harus mengetahui jenis-jenis narkoba.

Dengan mengetahui jenis-jenis narkoba itu. Generasi milenial mengetahui dari bahaya dan dampaknya narkoba bagi keberlansungan kehidupan generasi milenial.

Oleh karenanya, jangan pernah mencoba untuk mengunakan narkoba, sebab ketika seseorang  yang sudah mengalami ketergantungan narkoba. Tubuhnya menjadi rusak, tidak ada harapan hidup, dan tinggal tunggu kematian.

Selain mengetahui dampak buruk dari narkoba, generasi milenial juga harus menjaga diri dari resiko pergaulan seks bebas dan seks sejak dini.

Ketika generasi milenial tidak mengetahui bahayanya seks bebas dan seks sejak dini. Maka dipastikan generasi milenial tersebut sangat rentan terinveksi HIV-AIDS.

Menurut Baby Rivona Nasution, penderita HIV-AIDS positif selama 17 tahun dan juga Ketua Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), lewat perilaku remaja yang tidak mengetahui informasi seksual dan reproduksi akan mengangkibatkan remaja itu terpuruk ke dalam kehidupan yang beresiko terinfeksi penyakit menular termasuk HIV-AIDS.

“seksualitas yang tidak aman, dan juga informasi kesehatan reproduksi yang tidak benar, akan beresiko terhadap remaja untuk terinfeksi HIV. Tidak hanya narkoba”, kata Baby Nasution.

Dari aspek kesahatan, menurut Dosen Program Studi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jayapura, Ns. Nurhidayah Amir, S.Kep., M.Kes, berbicara tentang kesehatan reproduksi sangat berkaitan erat dengan remaja, utamanya mereka harus mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan  reproduksi mereka. Karena disaat masa remaja atau pubertas, ada terjadi perubahan dalam diri mereka,  baik secara fisik maupun sikis.

Perubahan yang terjadi dalam diri remaja pria secara fisik terlihat berkumis, suara lebih bass, badan  tinggi, tumbu bulu-bulu disekitar badan dan areal sensitif pria, serta mimpi basah. Dan secara sikis mulai menyukai lawan jenis atau wanita.

Sementara perubahan dalam diri remaja wanita, terlihat pada pingul mereka yang melebar, payudara mulai membesar, terjadi menstruasi, tumbu bulu-bulu disekitar badan dan areal sensitif wanita.

Perubahan yang terjadi dalam diri remaja pria dan remaja wanita pada masa pubertas itu ada,  baik fisik, sikis, dan mental mereka, dimana mereka merasa dewasa dalam menyikapi masalah.

(Richard Mayor/LINTAS PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here