Inilah Sasaran Program Strategis BKKBN  Papua Tahun 2019

0
139
Suasana Kegiatan BKKBN Papua. (Fransisca /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua melakukan Telaah Tengah Tahun Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Review) dan Penguatan Tim Pengendali DAK Sub Bidang KB (Koordinasi laporan Pelaksanaan DAK/Morena, Monitoring DAK dan Orientasi Petugas Pengelola DAK) Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Tahun 2019.

 

Kegiatan berlansgung di Hotel Grand Abe,  Rabu (30/10/2019) pagi, dengan mengambil tema Percepatan Pencapaian Kinerha Program KKBPK Dalam Rangka Menyongsong RPJMN Tahun 2019-2024

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, M.Si., saat diwawancara, (Fransisca / lintaspapua.com)

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, MSi menjabarkan tahun ini adalah masa terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Renstra 2015-2019 menuju  target 5 tahun kerja. Agar hasil maksimal  2019 ini,BKKBN memperhatikan, menjadikan kinerja tahun 2018 sebagai acuan.

 

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan komitmen dan dukungan dari para pemangku kepentingan mitra kerja dan dinas terkait di daerah guna menyamakan menyamakan persepsi dan kesepakatan yang di mana telah dilaksanakan pada rakorda awal tahun setiap tahunnya, Dari 6 sasaran strategis hanya 2 yang mencapai target pada tahun 2018 yaitu penurunan tingkat putus pakai kontrasepsi (drop out) dengan capaian 21,40% dari target 25% (persentase 114%) dan peningkatan peserta KB aktif 15.184 peserta dari target 14.574 peserta (persentase 104%),” katanya.

 

Dijelaskan, bahwa  ada sasaran strategis belum mencapai target yaitu : turunnya angka kelahiran total capaian 2,96% usia 15-19 tahun dari target 2,49 (persentase 81%), turunnya Unmeet need dengan capaian 13,80% dari target sebesar 14,6% (persentase 94%).

 

“Lalu pemakaian kontrasepsi modern dengan capaian sebesar 28,4% dari target 42, 91% (persentase capaian 67%), ke-4 peserta KB aktif MKJP dengan capaian 17,6% dari target 27,4% (Persentase persentase capaian 62,4%),” lanjut Charles Brabar.

 

Pimpinan BBKBN Papua asal Biak Numfor ini menjelaskan, dengan kondisi tersebut, hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan segera dikerjakan untuk bisa mencapai target yang maksimal pada akhir tahun 2019 ini.

“Pada akhirnya forum review ini, BKKBN akan mencari jalan keluar bersama bagi permasalahan yang timbul selama  semester yang telah dilalui, kemudian menyusun rencana aksi di semester 2 dalam sisa waktu 2 bulan kedepan mengakhiri tahun 2019,” ungkapnya.

 

Ditambahkan, ada istilah Unmet need, yaitu sebuah kebutuhan yang tidak terpenuhi. Kondisi ini mengisyaratkan keinginan pasangan usia subur (PUS) terhadap suatu jenis alat kontrasepsi yang tidak tersedia sehingga mereka mengambil keputusan tidak menggunakan alat atau metode kontrasepsi. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here