Bupati Keerom Buka Kegiatan Rumah Peradaban : Ajarkan Anak – Anak Keerom Tidak Melupakan Sejarah

0
586

Ka. Balai Arkeolog : Lewat Rumah Peradaban, anak-anak dididik membangun peradaban.

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, membuka kegiatan rumah peradaban yang digelar Balai Arkeologi Provinsi Papua. Kegiatan digelar Selasa (29/10/2019) di Situs Bersejarah milik Keerom yaitu di Gua Bunda Maria di dekat Pos KM-31, di Kampung Sanggaria, Arso Barat, Keerom, Selasa (29/10/2019) kemarin.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Balai Arkeologi Provinsi Papua ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada generasi muda tentang bagaimana membangun peradaban di generasi muda saat ini. Karenanya dirangkai dengan berbagai kegiatan yang menyasar kepada kawula muda, mulai dari usia SD, SLTP dan SLTA.

Hadir juga pada kegiatan tersebut, Kepala Balai Arkeologi Provinsi, Drs. Gusti Made Sudarnika, Asisten II Setda Keerom, Drs. Edi Buntan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Keerom, Drs. Bambang Suhartawan, MMT, Ketua Panitia Rumah Peradaban, Cristin Fairio, Kabag Humas Keerom, Caesar, beberapa kepala kampung serta kepala sekolah atau guru dari sekolah-sekolah peserta kegiatan.

Bupati Keerom pada kesempatan tersebut mengemukakan apresiasi atas digelarnya rumah peradaban oleh Balai Arkeologi Provinsi Papua. Apalagi dengan dilibatkannya generasi muda pada kegiatan tersebut, mengajarkan anak-anak untuk tak melupakan sejarah.

‘’Sejak tahun 2016, ketika SMU dan SMK dilimpahkan ke Provinsi, saya kemudian membentuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ini bukan tanpa alasan, karena saya ingin kebudayaan juga menjadi perhatian kita. Apalagi potensi budaya di Keerom yang sangat banyak, ternyata potensial untuk kita jadikan sebagai salah satu destiniasi wisata,’’ungkapnya.

Apalagi menurut Bupati, di Keerom masih banyak potensi wisata lain yang juga sangat mungkin untuk dimaksimalkan. ‘’Situs tulisan dinding Bunda Maria di Arso I ini adalah salah satu dari sekian banyak yang ada di Keerom, maka kegiatan ini turut memperkenalkan kepada khalayak, maka kami sangat apresiasi,’’lanjutnya.

Ia juga menambahkan, sebagai sebuah lembaga, Balai Arkeolog memiliki posisi strategis dalam upaya memberikan masukan dan pandangan bagi pemerintah pusat dan daerah atau lembaga terkait dalam mengambil keputusan di masa depan. ‘’Karena sumber daya arkelogi merupakan aset bangsa yang tak dapat diperbahurui,’’ujarnya.

Ditambahkan, dengan mempelajari setiap bukti perjalanan kehidupan manusia dimasa lampau, peninggalan arkeologi akan meninggalkan berbagai macam ide, konsep gagasan pola pikir dan lainnya yang akan berguna bagi generasi penerusnya.

‘’Dengan mengetahui apa-apa yang telah menjadi dan terjadi pada sejarah di masa lampau, maka kita akan bisa memilih dan memilah nilai yang harus dikembangkan atau sebaliknya.

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Papua, Drs. Gusti Made Sudarnika, pada kesempatan berikutnya mengemukakan bahwa makna dari kegiatan rumah peradaban adalah rumah bersama. (Arief /LPC)

Sementara itu, Kepala Balai Arkeologi Provinsi Papua, Drs. Gusti Made Sudarnika, pada kesempatan berikutnya mengemukakan bahwa makna dari kegiatan rumah peradaban adalah rumah bersama.

‘’Rumah peradaban, adalah rumah kita bersama, yang kita maksud disini adalah kita tiap tingkatan membangun peradaban lewat apa, lewat arkeolog. Karena lewat pengayaan arkeolog, maka mau dijadikan apa kedepannya kita semua ini,’’ujarnya.

Ia juga mengemukakan bahwa lewat Rumah Peradaban, maka anak-anak didik kita akan menjadi ujung tombak untuk membangun peradaban.

‘’Awal sebuah pembangunan peradaban dimulai dari anak-anak, di semua tingkatan formal, SD SMP dan SMU, isinya kita upayakan agar ini tereksplorasi, termaknai dan dicintai atau istilah kerennya saat ini semangat melawan lupa, yaitu membumikan hasil peradaban nenek moyang kita yang luar biasa,’’ungkanya.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Ny. Kristin Fairio, menerangkan pada kesempatan tersebut, rumah peradaban menggelar beberapa lomba dari beberapa tingkatan, mulai dari SD, SLTP dan SLTA.

‘’Diantaranya lomba yang digelar adalah lomba batik atau lukis, dan lainnya. Juga kita gelar sosialisasi dan pengenalan arkeologi, serta menyampaikan hasil penelitian balai di daerah Keerom, dimana ada situs tulisan dinding di Yuruf dan sekitarnya,’’ungkapnya.

Kegiatan lomba yang ada diikuti oleh siswa-siswi SD, SLTP dan SLTA yang ada di Keerom, di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here