LBP Kembali Ditunjuk Menjadi Menko Maritim dan Investasi

0
273

JAKARTA (LINTAS PAPUA)   –  Luhut Binsar Pandjaitan secara gamblang diberi tugas oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Bidang Maritim dan Investasi. Nomenklatur menteri koordinator ini termasuk baru di kabinet Jokowi jilid II.

“Nanti menangani mengenai maritim dan investasi,” kata Luhut di Istana Negara, Selasa (22/10/2019).

Luhut mengatakan Presiden Jokowi memberikan arahan untuk menyelesaikan masalah-masalah investasi antara lain di bidang petrochemical. Ia juga ditugaskan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Hulurisasi akan dilakukan dengan cepat supaya kita masuk global supply chain sehingga ekspor tak bertumpu di raw material lagi tapi kita sudah sampai pada supply chain. Ujung-ujungnya industri akan semakin berkembang karena negara ini negara kaya,” kata Luhut.

Luhut memastikan akan mengoordinasikan posisi yang dijabatnya pada Kabinet Kerja ditambah tugas serta wewenang baru, yakni investasi.

“Presiden minta supaya inefisiensi di berbagai lembaga betul-betul dilihat. Saya diminta membantu melihat itu juga. Jadi kita harus mangkas keinginan-keinginan tidak benar, sehingga pidato beliau mencopot siapa saja yang tidak benar dan saya akan melakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya,” sambung Luhut.

Luhut adalah Purnawirawan Jenderal TNI AD yang sudah malang melintang dalam dunia politik dan bisnis sejak lama.

Luhut Binsar Panjaitan adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Pada Tahun 1967, Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat dan 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya; Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus, menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

Luhut mulai berkiprah di pemerintahan pada saat era Presiden KH Abdurrahman Wahid pada tahun 2000. Ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2000 – 2001. Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Pada awal kepemimpinan Presiden Jokowi, Luhut ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015. Pada 12 Agustus 2015 ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. Dalam reshuffle Kabinet Kerja Jilid II pada tanggal 27 Juli 2016, dia diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.  (AHW)

(
https://jokowidodo.app/post/detail/lbp-kembali-ditunjuk-menjadi-menko-maritim-dan-investasi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here