Berlimpah Kekayaan Tak Salah : Kekayaan Digunakan Untuk Genapi Rencana Tuhan

0
381

Berlimpah Kekayaan Tak Salah
Baca: Yakobus 5:1-6

“Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.” (Yakobus 5:5)

Banyak orang Kristen sering salah dalam menafsirkan ayat firman Tuhan di atas. Mereka berpikir bahwa orang Kristen tidak boleh hidup dalam kemewahan, dalam arti kaya dan berkelimpahan. Anggapannya kemewahan selalu identik dengan keduniawian dan tidak rohani. Perhatikan! “Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi…” Jadi, ‘berfoya-foya’ dalam kemewahan inilah yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Tetapi apabila kemewahan atau harta yang berlimpah itu dipergunakan untuk menggenapi rencana Tuhan, yaitu diberkati untuk memberkati, atau dipergunakan untuk kemuliaan nama Tuhan, maka kemewahan ini tak ada salahnya.

Banyak tokoh di Alkitab yang diberkati Tuhan dengan limpahnya, tapi mereka hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Salah satu contohnya adalah Abraham. Tuhan memberkati Abraham dengan satu tujuan supaya hidup Abraham menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” (Kejadian 12:2). Kita dapat mempergunakan harta kekayaan kita untuk memuliakan Tuhan. “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Amsal 3:9-10).

Peringatan untuk tidak berfoya-foya dalam kemewahan tidak terbatas dalam lingkup sempit, termasuk perbuatan kejam terhadap orang yang tak berdaya. “Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.” (ayat 6). Bukankah banyak orang kaya memperdaya dan ‘membunuh’ orang benar yang lemah ekonominya? “Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah…Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.” (ayat 1, 4).

Tuhan memberkati kita supaya dengan berkat itu kita menjadi saluran berkat, bukan untuk berfoya-foya dan kesenangan pribadi !.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here