Wabup Piter Gusbager Kunjungi Intake Air di Bagia : Dialog dan Jawab Permasalahan Masyarakat

0
405
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan kunjungan ke lokasi penangkapan air di Kampung Bagia, Arso PIR III, kemarin. (Arief /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Bagia, Arso PIR III, Rabu (23/10/2019) kemarin. Pada kesempatan tersebut ia didamping Kadinas PU Keerom, , melihat langsung lokasi intake air di perbukitan sekitar Kampung Bagia dan juga melakukan dialog dengan aparat kampung dan warga Bagia.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan kunjungan ke lokasi penangkapan air di Kampung Bagia, Arso PIR III, kemarin. (Arief /LPC)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan kunjungan ke lokasi penangkapan air di Kampung Bagia, Arso PIR III, kemarin. (Arief /LPC)

Untuk menuju lokasi intake air tersebut, Wabup harus meninggalkan kendaraan dan berjalan menuju lokasi. Jalan yang disusuri tersebut berjarak sekitar 200-300 meter dengan kondisi menurun tajam dengan kemiringan sekitar 35 derajat. Jalan tersebut masih berupa jalan yang baru dibuka menggunakan program DD kampung Bagia.

Saat tiba di lokasi, Wabup disambut aparatur kampung, yaitu Kepala Kampung Bagia, Frans Kimber, Sekretaris Kampung, Korneles Tokoro, dan lainnya, serta warga Kampung. Mereka kemudian secara bersama-sama melihat lokasi mata air yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Kepala Kampung Bagia, Frans Kimber, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa sebanyak 150 KK di Kampung Bagia selama ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengandalkan air hujan. Namun bila musim kemarau yang panjang maka mereka harus mengambil air di mata air tersebut dengan jarak dan jalur jalan yang curam dan terjal.

‘’Untuk menjawab hal ini maka melalui keputusan Muskam, akhirnya diputuskan untuk membuat bak penampungan di mata air ini untuk kemudian disalurkan ke warga Bagia dengan sistem Pipanisasi. Untuk itu, jalur jalan harus dibuka menuju kesini, dan ini telah dilakukan melalui progam DD Tahap II Tahun 2019 dan menghabiskan dana sebanyak Rp. 100 juta,’’ungkapnya.

Kepala Kampung Bagia, Frans Kimber, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa sebanyak 150 KK di Kampung Bagia selama ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengandalkan air hujan. (Arief /LPC)

Untuk itu, menurutnya, dibutuhkan program pemerintah untuk meneruskan, karena kalau menggunakan dana DD tentunya tak mencukupi. ‘’Maka kami sangat senang atas kunjungan Wabup ke lokasi ini, dan berharap ada jalan keluar atas masalah kami,’’ungkapnya.

Atas permalasahan tersebut, Wabup Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, mengemukakan bahwa sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjawabnya. Apalagi menurutnya, upaya masyarakat untuk membuat membuka jalan menggunakan DD ke lokasi tersebut, menunjukkan keseriusan mereka untuk menjawab kebutuhan masyarakat di Kampung Bagia.

‘’Pemkab Keerom berkewajiban hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dan air bersih merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Memang aitr bersih ini kita sadari adalah masalah yang belum kita tuntaskan di Keerom, untuk itu semua potensi di setiap wilayah yaitu di 11 distrik dan 91 kampung akan kita akan kerjakan sesuai dengan kemmapuan anggaran dan dengan potensi yang ada di wilayah-wilayah masing-masing,’’ungkapnya kepada media ini.

Ia mengemukakan bahwa bilamana permasalahan tersebut dijawab secara professional maka keberadaan program tersebut bisa menjawab kebutuhan masyarakat bagia dan sekitarnya. ‘’Karena disini ada beberapa titik mata air yang bisa disurvei dan mata airnya tak berhenti, mengalir sepanjang tahun. Tinggal kita secara teknis bisa menghadirkan infrastrukturnya untuk menjawab ini,’’lanjutnya lagi.

Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Keerom, yaitu untuk menjawab kebutuhan masyarakat sesuai anggaran yang ada. ‘’Tugas saya selaku Wakil Bupati adalah mengawasi dan membina kegiatan  pemerintahan agar anggaran dan program yang ada tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Tentunya setelah disurvei dan ini memnungkinkan akan kita dorong agar di tahun 2020 hal ini terjawab,’’pungkasnya.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Bagia, Arso PIR III, Rabu (23/10/2019) kemarin. Tampak saat diwawancara. (Arief /LPC)

Sedangkan Kadinas PU Keerom, Santiago Alello, ST, mengemukakan sebagai langkah awal untuk menjawab hal tersebut, pihaknya akan melakukan survey terlebih dahulu.

‘’Tentunya kita akan cek status tanah, bila tak ada masalah kita lanjutkan dengan survey. Lalu buat rancangan biaya dan gambar, dan selanjutnya diajukan ke pemerintah. Bilamana kebutuhan dana itu terjawab maka tentunya bisa segera kita laksanakan,’’jelasnya.

Kunjungan dilanjutkan dialog dengan masyarakat Bagia terkait beragam masalah yang dihadapi. Selain menjawab permasalahan yang dihadapi, Wabup juga memberikan saran dan nasehat kepada pemuda-pemuda di kampung tersebut untuk menghindari Narkoba dan Miras. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here