Inilah Pesan Bupati Mathius Awoitauw Saat Resmikan Gereja GKI Jemaat Mahanaim Burere

0
386
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya gedung gereja GKI Jemaat Mahanaim Burere Klasis Waibu Moi. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M. Si meresmikan penggunaan gedung gereja GKI Jemaat Mahanaim Burere Klasis Waibu Moi.

Peresmian Gereja GKI Jemaat Mahanaim Burere ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

Setelah gedung gerak GKI Jemaat Mahanaim Burere ini diresmikan oleh Bupati Jayapura dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Kerja (Raker) III Klasis Waibu Moi.

Ratusan warga jemaat dari berbagai kampung di Distrik Waibu ikut hadir menyaksikan acara peresmian geudng gereja kebanggaan warga Jemaat Mahanaim Burere ini.

Kedatangan rombongan Bupati Jayapura disambut dengan prosesi adat setempat. Bupati Jayapura dan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura dikalungkan bunga Sebagai wujud penghormatan umat kepada para pemimpinnya.

Sejumlah pejabat penting di lingkungan pemerintah kabupaten Jayapura juga hadir mendampingi Bupati Jayapura diantaranya, Asisten III Bidang Administrasi Umum Timothius J. Demetouw, Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura Alpius Toam, ST, M.MTserta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura Yaan Yoku.

Sejumlah tokoh penting lainnya di Kabupaten Jayapura juga ikut hadir dalam acara peresmian gereja GKI Jemaat Mahanaim Burere ini.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M. Si, dalam sambutannya memohon dan meminta kepada warga Gereja agar mampu melihat sesuatu dengan jernih, serta tidak mudah diporakporandakan oleh isu yang tidak bertanggung jawab.

“Dinamika Keadaan Papua yang kini sedang terjadi menunjukkan Gereja perlu lakukan evaluasi secara kontinyu dari waktu ke waktu dengan beragam bentuk kegiatan dengan tantangan yang semakin berat,” ungkap Mathius Awoitauw, Minggu (20/10/2019) kemarin.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya gedung gereja GKI Jemaat Mahanaim Burere Klasis Waibu Moi. (Irfan /LPC)

“Dan ini akan jadi perhatian kita, bagaimana kesan gereja benar-benar dihayati oleh warga gereja. Gereja adalah satu persekutuan orang-orang percaya, siapa saja dari latar belakang budaya dan apapun,” sambungnya menyampaikan.

Mathius Awoitauw menambahkan, perbedaan latar belakang budaya pada setiap jemaat terhimpun dalam satu persekutuan semata-mata berkat karya Tuhan. GKI hadir mewakili semangat itu, GKI bukan gereja lokal atau milik suku tertentu seperti tempat lain. GKI mengandung ke-Esaan Gereja kesatuan bagi semua orang.

“Oleh karena itu, Gereja harus berdiri didepan berbicara tentang tantangan. Kita tidak bisa bedakan satu sama lain, keberagaman adalah kekuatan bagi gereja ini. Jadi, perlu kiranya lakukan segala persembahan yang baik bagi kemuliaan nama Tuhan,” katanya.

Itu berlaku bukan saja di dalam Gereja, tetapi juga berlaku di luar gereja. Harus mampu jadi pribadi menebar kebaikan dan menjadi seorang mampu meneruskan kasih Tuhan dengan tidak membedakan siapapun.

Bupati Mathius dalam sambutannya juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) ke III yang telah dikerjakan oleh GKI di Tanah Papua.

“Selamat melaksanakan rapat kerja (Raker) ke- III, kiranya dalam raker ini bisa menghasilkan program yang bermanfaat bagi pertumbuhan gereja dan juga bisa menjawab tantangan di tanah Papua,” tukasnya. (Irf / LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here