Hari ini, ( 21/10/2019) 27 Calon Siswa Unggulan Papua Menuju Moscow Russia

0
722
Sebagian dari 27 Mahasiswa asli Papua yang akan diberangkatkan ke Negara Rusia. (Foto Otis Tabuni)

JAYAPURA, 21 Oktober 2019, 27 Siswa Unggulan Papua didikan Papuan Lenguage Institute ( PLI) diberangkatkan hari ini, Senin 21 Oktober 2019. Hal ini disampaikan oleh  Jello Wiro Papua (Ev. Jefry Lokbere) salah satu calon siswa Pascasarjana di Moscow, Russia tahun 2019.

Pengiriman siswa unggulan Papua ke Rusia oleh PLI ialah pertama kalinya dalam sejarah upaya pembangunan SDM Papua. Secara resmi, PLI dan pemprov Papua mengirim siswa Unggulan Papua yang di didik oleh PLI selama kurang lebih1 tahun. Keberangkatan 27 siswa unggulan Papua ke Rusia adalah kali ini juga pertama kalinya program beasiswa Luar negeri siswa/i asal Papua.

Selama Ini, fokus perhatian pemprov Papua dan Papua Barat biasanya kirim para calon siswa studi luar negeri ke Australia, New Zealand, Amerika, Inggris dan Negara-negara sekutu lainnya. Kini pertama kalinya dalam sejarah pembangunan SDM Papua, PLI mengambil langkah progresif dibidang pendidikan yang diberikan dukungan Pemprov Papua melalui segala upaya terkait soal pembiayaan dan berhasil mengirimkan 27 calon siswa yang terdiri dari 15 Siswa Pascasarjana dan sisahnya strata satu ( S1) ke negeri Tirai Besi itu.

Yang lebih luar biasanya lagi adalah sekitar 15 Calon Siswa dapat dukungan biaya dari pemerintah Rusia. menurut Samuel Tabuni, ini upaya diplomasi saya selaku pimpinan Institusi, saya terus mengkampanyekan tentang kondisi SDM Papua dan kendala yang dialami sekaligus kekurangan keuangan di Papua kepada pimpinan di berbagai universitas dimana negara yang saya Jejaki kaki guna MoU,tegasnya. Hal ini disampaikan saat diberikan diskusi publik bersama Mahasiswa Nduga se Jawa dan Bali tahun 2017 tepatnya di Kaliurang Yogyakarta pada 31 Desember 2017 jam 09:00- 12:00 Wib.

2% DAU berdasarkan UU OTSUS Papua, Sangat minim dan tak sanggup untuk membiayai semua. Sedangkan calon siswa/i yang mau krim lebih banyak jumlah siswa dibandingkan dengan beban anggaran yang dibutuhkan sehingga upaya lain adalah bagaimana setiap Universitas memberikan dukungan biaya bagi para calon siswa yang dikirim ke luar negeri. Apalagi PLI telah menjejaki Kaki ke benua Afrika, Amerika, Eropa, Pasifik, termasuk Timur Leste yang khusus di bidang kesehatan yang mana menurut laporan T.L menerapkan sistem kesehatan terbaik yang mirip dengan Kuba dan telah sukses mencetak 2.500 dokter selama 20 tahun T.L merdeka ( WA)!

Dari berbagai universitas diberbagai negara yang telah menandatangani kerja sama, PLI baru mengirimkan 27 Siswa Unggulan Papua di Rusia dan keinginan dan kerinduan pendiri dan Direktur PLI, Mr. Samuel Tabuni, berkeinginan besar agar dapat mengirim sebanyak-banyaknya siswa unggulan di berbagai negara yang telah membuat kesepakatan kerja sama.

Keberangkatan siswa unggulan Papua dibawah kendali PLI dan didukungan oleh pemerintah provinsi Papua adalah mimpi setelah launching PLI tahun 2017. Sang pendiri dan direktur utama PLI, Tuan Samuel Tabuni. Dan selanjutnya diharapkan agar berbagai negara yang telah berhasil MoU dibidang pendidikan dapat mengirimkan semua siswa Papua yang terdiri dari kategori S 1, S 2 dan S 3.

Menurut Samuel Tabuni, semua Universitas yang ditandatanganinya itu membutuhkan biaya yang sangat besar dan dana yang ada di provinsi Papua sangat minim, sehingga saya juga minta pimpinan universitas di berbagai negara agar mereka dapat memberikan dukungan berubah biaya full Kepada siswa unggulan Asal Papua sehingga mereka terbeban untuk menjawab tantangan persoalan SDM di Papua. Beliau juga sampaikan berbagai informasi kepada pemerintah kabupaten kota se Papua dan Papua Barat, DPRP,MRP, DPR RI, para menteri, bahkan diminta agar Presiden Perioritaskan pembangunan SDM Papua dibandingkan Perioritaskan Pembangunan insfratruktur fisik dan Kesejahteraan terutama triliunan rupiah yang habis hanya upaya pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan trans Papua, tetapi manusia Papua dibiarkan. Seharusnya ada upaya pembangunan SDM agar merasa ikut dibangun. Tetapi tidak, Hal itu jelas tidak pararel dan melahirkan tantangan baru dalam kehidupan orang Papua. Hal ini sangat jelas, kami tidak punya kemampuan untuk mengembangkan diri sehingga hari ini Papua butuh pembangunan SDM, bukan pembangunan insfratruktur yang nantinya hanya peluang bagi masyarakat kami yang bukan OAP untuk memanfaatkan jalan itu menjadi poros pembangunan ekonomi lokal di Papua dan rakyat Papua hanya menjadi penonton setia atas alamnya sendiri, kan menyakitkan, tegasnya.

Mimpi pembangunan SDM Papua yang standar global telah diupayakan sejak lama dan hari ini terbukti mengirim 27 siswa unggulan ke Rusia dan akan studi di Moscow l, Ibu kota negara Rusia. Diharapkan mereka ini pulang dengan mimpi yang besar untuk membangun Papua dari semua persoalan yang mereka Sendiri telah mengetahuinya.

Saya ( Otis Tabuni) secara pribadi sangat bersyukur kepada Tuhan Allah Yang Maha Esa dan bangga kepada kakak S.T yang telah di siapkan oleh Tuhan untuk memperjuangkan SDM Papua yang unggul, Andal, kompetitif, berjiwa global dan menjadi bagian dari Solusi bagi Papua 10 – 50 tahun kedepan.

Sebagian dari 27 Mahasiswa asli Papua yang akan diberangkatkan ke Negara Rusia. (Foto Otis Tabuni)

Saya juga sampaikan ucapan terimakasih kepada komitmen pemerintah Rusia dan lembaga Universitas yang telah sepakat, bersedia dan mendukung program pendidikan di Papua melalui PLI dan bahkan berikan beasiswa full bagi 15 siswa unggulan yang hari ini sedang Diatas udara menuju Rusia via Jakarta. Sampaikan pula ucapan yang tak terhentinya kepada pemerintah Rusia yang mana telah menetapkan quota tahun 2020 sebanyak 30 Siswa unggulan yang nantinya di biaya secara penuh oleh pemerintah Rusia.

Saya juga mengharapkan agar pemerintah provinsi Papua dan pemerintah pusat, terutama kementerian pendidikan dan kebudayaan, kementerian Sosial, kementerian pembangunan daerah tertinggal, BAPPENAS RI, DPR RI bidang terkait dan semua pihak agar memberikan dukungan yang besar baik moril maupun kebijakan khusus dibidang finance sehingga semua jalan Sesuai dengan kehendak Allah. Dimohonkan juga agar apabila selama ini banyak kesurigaan yang pernah dialamatkan kepada orang Papua terutama studi-studi langkah seperti calon Siswa program teknik Nuklir di Rusia dan lainnya agar diberikan kebebasan sepenuhnya kepada generasi muda Papua upaya menguasai semua bidang yang dianggap sebagai Masalah.

Saya mohon pula agar ada anggaran khusus yang disiapkan melalui APBN guna menjawab tantangan pendidikan di Papua daripada habiskan triliunan rupiah tuk bongkar tanah ini di trans Papua dan lainnnya tetapi manusianya dibiarkan hanya begtu saja. PLI siap wujudkan apapun yang berkaitan dengan pembangunan SDM Papua asal ada niat baik disertai faktor pendukung dari Jakarta dan Papua.

Dari semua itu, tidak terlepas dari Doa, Dukungan para pemimpin PLI, Para pengajar dan staf PLI dengan komitmen yang kuat sehingga telah sukses kirim 27 siswa ini. Kedepan, Kami pimpinan PLI lebih siap lagi atas mempersiapkan SDM Papua yang nantinya akan menjadi agen perubahan pembangunan di Papua, Indonesia dan Dunia. Semua ini akan bisa kalau semua pengurus PLI, Staff, para pengajar dan para sponsor kerja konsisten atas pembangunan di bidang SDM Papua, teganya!

Penulis, Otis Tabuni. (Foto Pribadi)

Akhir kata, saya atas nama Pribadi ( Otis Tabuni ) Sampaikan selamat kepada ke 27 Siswa Unggulan asal Papua yang sedang berangkat ke Rusia via Jakarta. Kiranya Saudara Saudariku menjadi duta Papua di Rusia dan meraih kesuksesan di bidang masing-masing baik melalui Akademika maupun non-akademik sehingga mengaktualisasikan diri semua kemampuan itu menjadi bagian dari solusi bagi Papua.

Jadilah seorang yang rendah hati, jujurlah pada siapapun seperti hatimu jujur pada dirimu disaat apa yang dibutuhkan oleh tubuhmu. Kiranya saudara-Saudariku menjadi berkat bagi Papua, Indonesia, Rusia dan komunitas umat manusia di dunia.

Jayapura, 21 Oktober 2019
Salam Hormat
Otis Tabuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here