Suasana Pertemuan antara Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura Drs. Sumartono dan Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, dengan Plt. Deputi Penanganan Darurat BNPB Dodi Ruswandi, di Ballroom Asei Suni Garden Lake Hotel dan Resort, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (21/10/2019) kemarin siang. (Irfan /LPC)

BNPB dan BPBD Kabupaten Jayapura Bertemu Bahas Kepastian Lahan Relokasi Telah Siap

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura Drs. Sumartono dan Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, mengadakan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penanganan Darurat pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dodi Ruswandi di Ballroom Asei Suni Garden Lake Hotel and Resort, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (21/10/2019) kemarin siang.

Melalui pertemuan tersebut, Bupati Jayapura dan Plt Deputi Penanganan Darurat BNPB turut membahas tentang kepastian ketersediaan lahan untuk relokasi korban banjir dan longsor serta meluapnya air Danau Sentani.

Terkait relokasi Untuk korban banjir bandang dan longsor serta meluapnya air Danau Sentani akan dilakukan pembangunan hunian tetap (Huntap) sebanyak 3000 unit. Pembangunan huntap tersebut akan dimulai pekan depan. Dana pembangunan akan menggunakan dana hibah dari BNPB.

“Kita mendapat bantuan rumah (Huntap) sebanyak 3000 unit, yang persebarannya mulai dari 22 kampung di Danau Sentani, kawasan darat mulai dari Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani, Distrik Waibhu, Distrik Sentani Barat dan distrik-distrik yang ada di wilayah pesisir laut Tanah Merah,” ungkap Mathius Awoitauw.

Tidak hanya itu, dalam pertemuan dengan Plt Deputi Penanganan Darurat BNPB, Bupati Jayapura juga menyampaikan harapannya agar masyarakat umum, korban, pemerintah kampung, pimpinan lembaga Adat di setiap kampung dan distrik dapat mengatur secara baik. Supaya semua proses pembangunan rumah atau hunian tetap ini dapat berlangsung dengan baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penanganan Darurat BNPB, Dodi Ruswandi menyampaikan, bahwa pada prinsipnya BNPB bersyukur setalah dilakukannya verifikasi bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura, karena lahan-lahan untuk relokasi korban banjir bandang dan longsor serta naiknya permukaan air Danau Sentani dipastikan sudah siap.

“Kami bersyukur setelah lakukan verifikasi bersama bapak Bupati, 10 lahan untuk relokasi warga banjir telah dipastikan siap semuanya,” tuturnya.

Lanjut kata Dodi, kepastian akan ketersediaan lahan untuk relokasi korban banjir bandang itu perlu dilakukan pihaknya. Sebab, persoalan lahan selalu menjadi kendala utama saat hendak lakukan relokasi warga ke tempat yang baru.

“Namun sudah dipastikan 10 lahan tempat relokasi sudah siap, selanjutnya tinggal pembiayaan untuk land clearing,” paparnya.

Selain itu, Dodi menambahkan, setelah adanya kepastian akan ketersediaan lahan, maka pekan depan Land Clearing (pembersihan) lahan tempat relokasi warga sudah bisa dilaksanakan, yang mana pembiayaannya sepenuhnya berasal dari BNPB.

“Kalau land clearing sudah selesai, artinya kita sudah siap untuk lakukan pemulihan. Sedangkan dana pembangunan hunian tetapnya sudah kita proses nanti jangka waktunya sejalan dengan durasi land clearing tersebut,” bebernya.

Land clearing atau pembersihan diharapkan bisa selesai dalam jangka waktu 5 hingga 6 pekan dan pada minggu ke- 6, dana untuk pembangunan hunian tetap sudah bisa turun dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI.

“Termasuk Infrastruktur lingkungan pemukiman programnya telah siap, untuk pelaksanaannya akan dikerjakan oleh beberapa kementerian/lembaga,” jelasnya.

Dodi pada pertemuan tersebut juga turut menjelaskan, bahwa pihaknya mengunjungi Kabupaten Jayapura untuk memastikan tentang kesiapan lahan pembangunan hunian tetap (Huntap). “Pemerintah Kabupaten Jayapura telah memastikan kepada kami (BNPB), bahwa permasalahan lahan telah selesai dan tidak ada kendala lagi. Maka saya pastikan pekan depan pembangunan rumah bantuan akan di mulai,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, Dodi menyebutkan, ada 3000 unit rumah yang telah diusulkan dan usulan itu telah disetujui. Artinya, di Kabupaten Jayapura akan dibangun 3000 unit rumah bantuan bagi korban banjir bandang dan longsor serta naiknya permukaan air Danau Sentani.

“Jadi, bantuan rumah bagi korban bencana secara nasional itu sama. Baik bencana yang terjadi di Papua, tetapi juga bencana yang terjadi di daerah lain. Intinya, bahwa Pemerintah Pusat telah berkomitmen melakukan upaya pemulihan bagi korban bencana di Kabupaten Jayapura, termasuk pemulihan perumahan warga yang telah hilang dan rusak,” tegasnya diakhir wawancara.

Untuk diketahui, 10 lokasi lahan dimaksud dan dinyatakan telah siap untuk dibangun hunian tetap (Huntap) bagi pengungsi itu tersebar di 5 Distrik. Yaitu, di Distrik Sentani, Distrik Ravenirara, Distrik Waibhu, Distrik Sentani Timur dan Distrik Ebungfauw. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here