Dinkes Papua Bersama Mitra Target Sub Pin Polio, Kabupaten Nduga Terendah

0
246
Ilustrasi Suasana Pelayanan Kesehatan kepada anak - anak Nduga (Foto Istimewa)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA) – Dinas kesehatan Provinsi Papua bersama mitra (Unicef, WHO, Gapai)  kembali membahas rencana langkah selanjutnya menuntaskan tetes manis sub pin Polio di beberapa Kabupaten di Papua, Sabtu(19/10/2019) Horizon Hotel Kotaraja Jayapura.

 

 

Kendati saat ini progres Imunisasi tetes manis sub pin Polio berada di Posisi 91,93 % mendekati target 95%, hanya kurang sekitar 3,7 %.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Togu Sihombing, SKm,M.Kes,. saat diwawancara. (Fransisca/LPC)

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Togu Sihombing, SKm,M.Kes, mengatakan, bahwa seluruh kegiatan Imunisasi di harapkan segera mencapai 95 %, Papua bebas dari kejadian luar biasa(KLB).

“Imunisasi usia satu bulan Imunisasi Polio satu, tiga bulan Imunisasi Polio dua, apabila Sudah mencapai dengan target yang di harapkan, mencapai 95%,” tuturnya.

Ditambahkan, bahwa  kalau itu sudah tercapai, kita Papua akan bebas dari penyakit yang di capai dari Imunisasi ini, tidak ada kasus kejadian luar biasa lagi, itu yang kita harapkan.

“Pada tahun 2014 kita sudah sertifikasi eradikasi Indonesia bebas Polio, karena ada kasus di Yahukimo , eradikasinya di cabut, maka kami lakukan sub Pin polio,” tuturnya.

 

Pencapaian eradikasi polio (ERAPO) merupakan sebuah komitmen global.Rangkaian strategi menuju pencapaian ERAPO dimulai pada tahun 1988, dan sejak saat itu insidens atau angka kejadian kasus polio di dunia menurun hingga lebih dari 99 %. Di harapkan tahun 2020 Indonesia bebas Polio.

Perwakilan Puskesmas Kabupaten Intan Jaya, Niko Somau, SKM., saat diwawancara. (Fransisca / LPC)

Sementara itu, Perwakilan Puskesmas Kabupaten Intan Jaya, Niko Somau, SKM,, menceritakan kesulitan pelaksanaan Sub Pin Polio di Kabupaten Intan Jaya adalah sulitnya menjangkau masyarakat, dan hanya bisa di lakukan mengunakan helicopter, di perkirakan bisa di selesaikan pada akhir tahun atau bulan Desember.

“Sub Pin Polio yang pertama dan kedua Sudah kami jalankan, cuma ada dua tempat yang tidak bisa kami turun ada dua fokus, puskesmas Agisigap dengan Ugimba, ternyata puskesmas Sugimba lokusnya ada di Tomosiga, kita belum ada akses kesana, kendalanya tidak bisa menjangkau karena dari Kabupaten ke Tomosiga sulit Karena jalan kaki harus satu minggu di jalan, kita harus pakai helicopter,” jelasnya.

 

“Kalau masyarakatnya bisa terima pelayanan kesehatan, kendalanya hanya kita tidak bisa turun ke lapangan, karena kendala transportasi, karena jarak Rumah berjauhan, kita biasa bertemu semuanya di hari raya Natal,” lanjutnya.

Ilustrasi Suasana Pelayanan Kesehatan kepada anak – anak Nduga (Foto Istimewa)

Per tanggal 14 okt cakupan intan jaya baru 65,35 % atau 9.712 anak dari total 14.862 anak yg menjadi sasaran sub pin polio di putaran kedua ini.

Sementara Kabupaten Nduga masih di Posisi terendah cakupannya 4,64 % atau baru 1.192 anak berhasil di imunisasi polio dari total 25.679 anak. Menurut informasi dari Dinas kesehatan Provinsi Papua bersama mitra( Unicef, WHO, Gapai) akan melakukan pendampingan khusus  ke Nduga untuk lanjutan pelayanan sub pin polio. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here