Petani Lokal di Kabupaten Jayapura Diajak Bentuk Kelompok Tani, Permudah Akses Bantuan

0
148
Mantan Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM., saat diwawancara. (Irfan /lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendekatan pemberdayaan, maka petani lokal di Kabupaten Jayapura perlu membentuk sebuah kelompok untuk mempermudah akses pasar, mengurangi beban biaya dalam satu kali masa produksi dan memudahkan dalam memperoleh bantuan bagi para petani.

Oleh karena itu, pembentukan kelompok tani menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh para petani lokal. Demikian ditegaskan oleh Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M., saat dikonfirmasi diruang kerjanya, belum lama ini.

Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM., ketika menunjukkan hasil panen perdana Siafu dan Kembili, bersama masyarakat. (Irfan / HPP)

Untuk itu, kata Kadis Adolf Yoku, petani lokal diwajibkan membentuk kelompok tani sebagi wadah perhimpunan dalam meningkatkan sumber daya, juga melalui kelompok tani itu sejumlah keuntungan bisa diperoleh para petani lokal.

Keuntungan yang dimaksud, dapat mempermudah mendapat akses pupuk disaat langka. Selain itu, pemanfaatan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dengan mudah diperoleh atas nama wadah kelompok tani tersebut.

Lanjut Adolf Yoku mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk pembinaan terhadap pelaku usaha pertanian. Sangat diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan, peningkatan produk dan produktivitas dalam rangka sukseskan pembangunan di bidang pertanian.

“Bantuan Nasional tidak bisa hadir untuk petani secara individu, tetapi para petani akan dapat bantuan dari Kementerian Pertanian melalui kelompok tani yang dibentuk. Kelompok tani juga berhak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian,” jelasnya.

Keuntungan lainnya, kata Adolf Yoku, disaat petani membutuhkan akses tambahan untuk sumber pembiayaan, akan diberikan kemudahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan fasilitas penjaminan kredit dari perbankan.

“Kelompok tani itu adalah kelompok yang sudah diberikan sertifikat atau kelompok yang sudah disahkan sebagai kelompok usaha tani,” paparnya.

Selain itu, Adolf Yoku menyebutkan, kelompok tani di Kabupaten Jayapura jumlahnya sudah mencapai seribu lebih, kelompok tani dimaksud dikelompokkan berdasarkan usaha taninya.

“Kelompok tani padi sendiri, begitupun kelompok tani kedelai sendiri. Ada juga gabungan dari kelompok tani di Kabupaten Jayapura bisa sampai seratus lebih, karena dalam satu kampung bisa sampai tiga kelompok,” sebutnya.

Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM., saat diwawancara. (Irfan /lintaspapua.com)

Ia menerangkan, penerbitan dan pemberian sertifikat bagi kelompok tani tidak dilengkapi secara asal-asalan, kelompok tani bisa diberikan sertifikat setelah dianggap memenuhi syarat dan salahsatunya itu adalah kepemilikan sarana prasarana penunjang untuk kegiatan kelompok tani.

“Pertama punya anggota, terus ada ketua dan sekretaris di dalam kepengurusan menunjukkan kelompok mereka ada, juga ada lahan pertanian yang pasti,” tukas pria yang mahir berbaha Jepang ini.

Kelompok tani merupakan kelembagaan di tingkat petani yang dibentuk untuk mengorganisir para petani dalam berusahatani. Kementerian Pertanian mendefnisikan kelompok tani sebagai kumpulan petani/peternak/ pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. (Irf /LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here