Kabupaten Jayapura Hadapi Ancaman Penyakit Sosial, Bupati Awoitauw Ajak Kepsek dan Guru Didik Anak dengan Hal Positif

0
176

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., menyatakan Kabupaten Jayapura termasuk salah satu kabupaten/kota di Provinsi Papua yang sedang menghadapi ancaman bahaya penyakit sosial.

Misalnya, penyalahgunaan obat-obat terlarang, mengonsumsi narkoba, pri laku seks bebas, mengonsumsi minuman keras, tidak menghormati yang lebih tua dan mengikuti keinginan sendiri serta sejumlah permasalahan sosial lainnya yang sedang mengintai kehidupan anak-anak.

 

Sebab itu, Mathius Awoitauw menegaskan, tidak ada alasan lagi untuk mengelak dan menyatakan bahwa persoalan penyakit sosial menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Namun, idealnya harus menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk guru atau sekolah.

 

Untuk itu, para guru yang di sekolah yang bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura. Baik itu, guru TK, SD dan SMP, terutama para kepala sekolah (Kepsek) diminta untuk didik anak-anak (murid) menghindari bahaya penyakit sosial yang sedang merajalela di lingkungan masing-masing.

 

“Dinamika sosial kemasyarakatan di Papua akhir-akhir ini mempertontonkan betapa kerasnya anak-anak yang terlibat dengan berbagai kegiatan, yang kemudian berpotensi mengancam dirinya sendiri, tetapi juga orang lain,” kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya pada acara pelantikan ratusan kepala sekolah dan pengawas sekolah di lingkungan Pemkab Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai II kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (11/10/2019) pagi pekan kemarin.

 

Untuk itu, kata Mathius, semua pihak di daerah ini hendakya mengambil peran serta penuh membimbing anak-anak dengan hal-hal positif yang bermanfaat untuk pengembangan diri anak. Tidak dibenarkan, membiarkan anak tumbuh dengan kemauan sendiri dan akhirnya akan terjerumus dalam perbuatan dan tindakan yang merugikan diri sendiri.

 

Di tingkat pendidikan dasar seperti TK, SD dan SMP, menurut Mathius, para guru dapat mengajarkan tentang tananan kehidupan bersosial dan bermasyarakat yang baik. Dengan demikian, anak mampu menyatakan tidak pada pengaruh-pengaruh penyakit sosial.

 

“Anak-anak murid di sekolah boleh diajarkan tentang bahaya-bahaya penyakit sosial. Semakin banyak anak mengetahui tentang bahayanya, maka anak akan berupaya menghindari diri dari pengaruh teman dan lingkungan yang sarat dengan penyakit sosial,” paparnya.

 

Mathius menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jayapura sangat mengharapkan dukungan dari semua komponen masyarakat, termasuk para guru-guru di sekolah untuk menyatakan perang terhadap penyakit sosial yang sedang mengancam masa depan generasi muda. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here