SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal ini Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pembangunan Infrastruktur Transportasi di seluruh Kabupaten se- Provinsi Papua.

Serta Pembangunan Transportasi Pendukung PON XX Tahun 2020 Papua di Kementerian Perhubungan itu menjadi kesempatan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, yang berkesempatan hadir dalam rakor tersebut untuk menyampaikan bahwa kehadiran Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura selama ini belum memberikan kontribusi terhadap daerah.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal ini Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pembangunan Infrastruktur Transportasi di seluruh Kabupaten se- Provinsi Papua. (ISTIMEWA)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal ini Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi. (ISTIMEWA)

Orang nomor satu di Bumi Khenambay Umbay itu bahkan berharap ke depan setelah dikelola PT Angkasa Pura I, maka Pemerintah Daerah dapat diberikan akses terhadap pengelolaan Bandara Sentani.

“Kami harap dapat diberikan akses terhadap pengelolaan Bandara Sentani,” serunya.

Lanjut dirinya menyampaikan, pihaknya menyambut baik kehadiran PT. Angkasa Pura (AP) I, yang tidak lama lagi akan mengelola Bandar Udara Sentani. Namun ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian oleh pihak AP I, terkait intervensi Pemerintah Daerah soal Pengelolaan Bandara Sentani termasuk membantu menyelesaikan beberapa persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah.

“Pintu masuk Bandara Sentani adalah ruang terbuka hijau kurang lebih ada empat (4) hektar disediakan dan pemerintah daerah telah pasti kan itu, termasuk tiga (3) hektar disediakan pemerintah daerah untuk perumahan pegawai,” jelas Mathius Awoitauw dalam sambutannya yang dikirim oleh pihak Humas Setda Kabupaten Jayapura, Minggu (13/10/2019) malam pekan kemarin.

Ia menambahkan, Intervensi Pemerintah Daerah dengan penyiapkan lahan, selanjutnya  pemerintah daerah dapat diberikan akses terhadap pengelolaan Bandara Sentani, yang telah diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Kami sudah punya Perda tentang Keberadaan Bandara Sentani dan Pengelolaannya, ada hal-hal lain untuk kerjasama telah ditetapkan dalam Perda tersebut, kita akan serahkan soft copy ke PT AP 1,” terang Mathius.

Selanjutnya menyinggung soal Pelabuhan Petikemas Depapre , Mathius Awoitauw,  bersyukur pihak Kementerian Perhubungan Pusat telah berikan suport dalam penyelesaian pembangunan pelabuhan pada sisi darat diperkirakan rampung di tahun 2020.

“Dengan rencana besar diperkirakan kawasan pelabuhan depapre akan jadi kawasan strategi nasional Kehadiran Bandara sentani dan Pelabuhan berstandar internasional, diharap mampu berikan dukungan lebih terhadap perkembangan kemajuan Daerah, yang berbatasan langsung dengan Pasifik,” pintanya.

Rencana besar sebagai kawasan strategi nasional telah matang dipersiapkan , dimana Pemerintah Kabupaten Jayapura telah siapkan lahan disekitar wilayah pelabuhan Depapre yang diperuntukkan dan dipersiapkan untuk dijadikan kawasan industri , perkebunan dan perikanan.

“Kami berharap Kementrian Perhubungan bisa merencanakan dan mendorong agar dua kawasan itu bisa menjadi kawasan strategi nasional sesuai harapan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, mengatakan rapat bersama Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua merupakan instruksi Presiden untuk pastikan pembangunan infrastruktur bisa berjalan baik dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Karena kita tidak ingin membangun tetapi tidak ada fungsinya, oleh karena itu kami ingin memastikan anggaran tahun 2020 itu memang sesuai rencana atau ada hal lain perlu diperbaiki,” katanya.

Terang Menhub, selain lakukan penyerahan pengelolaan Bandara Sentani dari Kementerian Perhubungan ke PT. Angkasa Pura I, juga membahas soal beberapa rencana pembangunan Bandara di Papua.

“Juga membahas soal rencana pembangunan Bandara Nabire, Oksibil dan Pengembangan Bandara Illaga. Kita akan buat juga Bandara Keppi di Mappi, Bandara Mopah di Merauke dan Bandara Ewer di Asmat,” imbuh, Karya Sumadi.

Selain pembangunan Bandara,  pada rapat koordinasi tentang pembangunan infrastruktur transportasi. Ikut dibahas juga soal pembangunan Pelabuhan Depapre dan Pelabuhan di Nabire,  selain itu soal Tol laut dan perintis masuk juga dalam bahasan, termasuk pembagunan Terminal Entrop di Kota Jayapura. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here