Tim Nusantara Sehat selama berada di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura juga mendapatkan dukungan pemulihan secara baik dari Komite Medik RSJD Abepura, dr. Idawati Waromi, SpKJ, dan Plt. Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, dr. Anton T. Mote, sehingga selama berada dalam masa pemulihan tetap dilayani secara baik, hingga nantinya tim tersebut akan kembali. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Sempat trauma karena kerusuhan di Wamena saat membeli kebutuhan hidup juga sembako, pada tanggal 23 September lalu, beberapa tenaga Medis Nusantara Sehat  tetap ingin melayani  kabupaten Lanny Jaya.

Hal ini di sampaikan langsung Tim Medis Nusantara sehat, setelah menyelesaikan sesi trauma healing di Rumah Sakit Jiwa daerah Abepura, Kamis(11/10/2019)

Tim Medis Nusantara sehat, setelah menyelesaikan sesi trauma healing di Rumah Sakit Jiwa daerah Abepura, Kamis(11/10/2019), saat foto bersama Komite Medik RSJD Abepura, dr. Idawati Waromi, SpKJ,, di halaman depan kantor RSJD Abepura. (lintaspapua.com)

Salah satu tim Nusantara Sehat yang bertugas di puskemas Gamelia Poga Kabupaten Lanny Jaya, Kornalia Tlonaen, S.Kep Ns,tetap berharap tidak di pindahkan, karena sudah sayang dengan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya.

Tim Nusantara Sehat selama berada di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura juga mendapatkan dukungan pemulihan secara baik dari Komite Medik RSJD Abepura, dr. Idawati Waromi, SpKJ, dan Plt. Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, dr. Anton T. Mote, sehingga selama berada dalam masa pemulihan tetap dilayani secara baik, hingga nantinya tim tersebut akan kembali. Tampak saat foto bersama. (Fransisca / lintaspapua.com)

“Ada isu mau dipindah tugaskan, kami malah sedih. Kami sudah jatuh hati berbaur dengan masyarakat disana, kami ingin berbakti dan menyelesaikan tugas kami disana sebagai tenaga medis,”Tuturnya.

 

Kemudian Kornalia menceritakan, saat kerusuhan, Dia bersama teman kerjanya sempat dijadikan jaminan oleh beberapa warga di Wamena.

“Kami saat itu dari Lanny Jaya ke Wamena untuk berbelanja bahan makanan. Hal itu memang rutin kami lakukan. Usai kami belanja, kami hendak balik ke Lanny Jaya namun situasi memburuk dan jalan ditutup,” Ungkapnya

 

Kemudian Kornelia melanjutkan kisahnya bahwa kepala Puskesmas memberi tahu supaya kembali ke Wamena mengamankan diri. Pada saat perjalanan kembali ke Wamena, Kornalia dan Tim dihadang dan di bawa kerumah warga.

“Kami dirumah warga dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Diselang waktu tersebut, tepat pukul 3 sore, ada warga yang masuk kerumah itu dan katakan kami akan dibebaskan jika masyarakat mereka juga dbebaskan oleh TNI/Polri, Kami diminta naik dan hanya mengenakam ransel dalam keadaan wajah tertunduk. Kami diantar sekitar 200-300 meter. Ternyata kami diantar ketempat negosiasi warga dengan sejumlah TNI/Polri. Kami dijemput disana dan ditukar dengan sejumlah masyarakat yang juga ditahan oleh TNI/Polri pada saat itu,”katanya.Tepat pukul 7 malam, Kornalia beserta Tim diminta naik ke truk meningalkan bahan makanan yang sudah di beli

 

Tim Nusantara sehat bersyukur, walaupun dijadikan jaminan sementara, Tim tidak kurang satu apapun dan selamat.

”Kami juga bersyukur sekali karena dari Dinas Kesehatan Provinsi memperhatikaN kami terlebih lagi saat ini kami sedang dalam masa pemulihan traumatik,” Pungkasnya.

 

Kornalia masih mau melayani di Kabupaten Lanny Jaya, bekerja kembali tugasnya sebagai tenaga  medis karena pengalaman berbeda, ketulusan masyarakat Lany Jaya yang dirasakan sebagai keluarga sendiri.

Tim Nusantara Sehat selama berada di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura juga mendapatkan dukungan pemulihan secara baik dari Komite Medik RSJD Abepura, dr. Idawati Waromi, SpKJ, dan Plt. Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, dr. Anton T. Mote, sehingga selama berada dalam masa pemulihan tetap dilayani secara baik, hingga nantinya tim tersebut akan kembali. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here