(https://www.otopianusptebai.com/ )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) utusan Papua, Otopianus P. Tebai mengatakan, bahwa  masalah – masalah Papua perlu kedepankan upaya-upaya dialogis yang melibatkan pihak – pihak  atau tokoh – tokoh  yang benar – benar  representatif rakyat Papua, tidak dgn pendekatan keamanan.

”Saya sebagai anak muda Papua prihatin dgn sekitar 3.000 mahasiwa yang tinggalkan kuliah dan kembali ke Papua dan 5 orang meninggal di Papua,” ujar Otopianus P. Tebai, dalam keterangan pers yang diterima, Jumat, 11 Oktober 2019.

 

Dijelaskan, Ada sejumlah peristiwa kerusuhan di tanah Papua, di Deiyai misalnya 8 warga sipil dan 1 anggota TNI meninggal.

“Lalu, kerusuhan di Wamena yg menelan korban jiwa puluhan orang dan kemudian menimbulkan gelombang eksodus ribuan warga pendatang,” jelasnya.

Dikatakan, Pengungsi di Nduga. Dalam media  Kompas, 15 Agustus 2019 telah publikasikan, Tim Kemanusiaan yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Nduga menyatakan 182  pengungsi di Nduga meninggal di karena dingin dan kelaparan. Hingga saat ini, ribuan orang Papua di Nduga masih mengungsi di hutan.

“Saya juga sebagai DPD utusan dari daerah Papua, tidak inginkan kehidupan harmonis antara orang asli Papua dan pendatang di Papua terganggu. Orang asli Papua dan pendatang serta kerukunan antar agama di Papua sangat baik dan terawat selama ini,” tegasnya.

Dirinya berharap agar soal keamanan di Papua mesti dicarikan upaya-upaya penyelesaian yang damai yang obyektif, komprehensif serta permanen, tidak hanya untuk agenda PON tetapi untuk jangka panjang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here