SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Jika tidak ada aral melintang, 25 Oktober 2019 mendatang, 25 anggota DPRD Kabupaten Jayapura periode 2019-2024 yang terpilih pada pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu, akan dilantik.

Direncanakan pelantikan akan dilaksanakan di gedung sidang (rapat) paripurna Kantor DPRD Kabupaten Jayapura.

Sekretaris DPRD Kabupaten Jayapura, Abdul Hamid Toffir, S.Sos., M.Ap, saat diwawancara. (Irfan / LPC)

Dua pekan lebih lagi anggota DPRD Kabupaten Jayapura periode 2019-2024 akan dilantik. Meski, tinggal dua pekan lebih, persiapan pelantikan mulai dilakukan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura.

Sekrertaris DPRD Kabupaten Jayapura Abdul Hamid Toffir, S.Sos., M.Ap., ketika ditemui dua wartawan media online diruang kerjanya mengatakan, persiapan waktu pelaksanaan pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura itu mengacu pada jadwal yang sudah ditetapkan oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Jayapura pada tanggal 25 Oktober 2019 mendatang.

“Terkait untuk waktu pelaksanaan, sementara inikan kita masih mengacu kepada jadwal yang sudah ditetapkan oleh Banmus dan pelaksanaannya itu direncanakan pada tanggal 25 Oktober 2019 mendatang. Maka itu, saya rencanakan besok (hari ini) setelah rapat pembahasan dua Raperda di ruang rapat Wakil Bupati Jayapura itu saya mau ketemu langsung Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jayapura. Artinya, untuk meminta kesediaan waktu beliau, apakah bisa atau memenuhi jadwal yang kami sudah tetapkan tanggal 25 Oktober 2019 nanti,” ujarnya, Senin (7/10/2019) kemarin sore.

Abdul Hamid melanjutkan, tidak ada persiapan khusus menjelang pelantikan anggota legislatif. Karena, rapat paripurna yang akan dilaksanakan 25 Oktober 2019 tersebut merupakan rapat (sidang) paripurna istimewa, pengumuman hasil pemilihan legislatif dengan agenda pengambilan sumpah jabatan.

“Khusus menyangkut dengan persiapan pelantikan, sebenarnya tidak ada yang spesial atau biasa saja. Masa jabatan anggota Dewan periode 2014-2019 berakhir tanggal 22 Oktober, pelantikan pengambilan sumpah dilaksanakan 30 Oktober 2019, pengambilan sumpah akan dilakukan ketua Pengadilan Negeri Jayapura. Sehingga kesediaan beliau itu, nanti kita musyawarahkan lagi. Artinya, antara agenda kita dengan kesiapan waktu beliau, sehingga kita bisa mencari waktu yang lebih tepat. Ya, mudah-mudahan saja gak ada perubahan dari tanggal yang sudah ditetapkan,” tuturnya.

Namun Abdul Hamid menimpali, pelantikan dan pengambilan sumpah akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Jayapura. Menjelang pelantikan, Abdul Hamid mengatakan, Sekretariat DPRD Kabupaten Jayapura telah melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mendengarkan masukan-masukan.

“Jadwal kita sudah ditetapkan yakni, 25 Oktober 2019, kita juga sudah lakukan komunikasi dengan media-media. Baik itu, RRI maupun media elektronik lokal Papua (Jaya Tv). Jadi, rencananya ada dua media yang kami pakai. Entah dua media ini mau live (siaran langsung) atau tidak itu tergantung dari situasi. Tapi, itulah upaya-upaya yang sudah kami bangun dan juga kami mempersiapkan komunikasi-komuniikasi dengan pihak-pihak ketiga yang memiliki perlengkapan acara seperti sound sistem, tenda atau kursi,” ujarnya.

“Kami sudah bangun komunikasi, sehingga nanti pada hari ‘H’ nya itu kita mungkin tidak terlalu mengalami kesulitan. Memang tadi (kemarin) juga dari pak Kabag Umum ada komunikasi dengan saya terkait pelaksanaan pelantikan itu, apakah kita laksanakan di lapangan terbuka atau tidak. Tapi, saya pikir nanti kita lihat saja. Karena, sementara inikan ada sidang istimewa yang membutuhkan ruangan yang memenuhi syarat, terlebih ada pimpinan sidang, tempat anggota dewan yang lama, juga tempat anggota yang baru dan kedua tempat itu harus kita siapkan,” tambahnya.

Ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Jayapura akan diisi total 400 hingga 500 tamu undangan. Untuk antisipasi banyaknya tamu undangan yang datang, pihaknya juga akan mempersiapkan tempat di luar gedung rapat untuk menampung keluarga atau tim dewan terpilih dan Tv (layar) di luar ruang Rapat Paripurna.

“Saya pikir kalau untuk persiapan yang harus segera dilakukan itu adalah termasuk pin, terus PIN sudah dalam proses dan dalam waktu dekat ini akan dikirim dengan pakaian dinas. Kalau yang lain-lain itu bisa di komunikasikan dalam waktu singkat saja, namun semua komunikasi kita sudah Bandung dengan pihak-pihak terkait. Karena ada sidang istimewa, maka saya rencanakan di kantor DPRD (ruang sidang) sini saja. Artinya kita melakukan sidang istimewa, maka kita harus lakukan di ruang sidang ini saja,” katanya.

“Mungkin kita pasang tenda diluar ruang rapat paripurna dan kita nanti back up dengan beberapa layar TV, apabila ada yang tidak bisa menyaksikan prosesi pelantikan atau tidak bisa menampung di dalam ruang Rapat Paripurna, ya bisa ikuti proses pelantikan tersebut dengan menyaksikannya di layar TV di luar ruang rapat paripurna. Dalam acara sakral tersebut kami akan sebar undangan sekitar 1000-an,” pungkas Abdul Hamid Toffir. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here