Ketua MUI Papua Imbau Umat Muslim Tidak Terpengaruh Kabar Jihad

0
1055

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH. Syaiful Islam Alpayage, di rumahnya Angkasa Jayapura, memberikan himbauan kepada umat muslim di Papua maupun di Indonesia, Pada Jumat(4/10/2019) .

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Kiai Haji Syaiful Islam Alpayage, menjelaskan keadaan sebenarnya, mengajak umat muslim berjihad melalui doa dan mempererat persaudaraan. (Fransisca / lintaspapua.com)

Hal ini disampaikan agar tetap tenang dan tidak terpengaruh atas kabar yang berhembus di banyak media berupa ajakan umat muslim untuk melakukan Jihad ke Wamena Papua. Kejadian di Kabupaten Jayawijaya pada 23 September 2019 bukanlah konflik antar agama, juga bukan konflik suku dan ras.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Kiai Haji Syaiful Islam Alpayage, menjelaskan keadaan sebenarnya, mengajak umat muslim berjihad melalui doa dan mempererat persaudaraan.

“Kejadian yang terjadi kemarin itu bukan kejadian antar agama tetapi murni kerusuhan yang tidak diinginkan. Sehingga saya menghimbau kepada umat muslim di tanah Papua maupun yang diluar Papua agar lebih menahan diri dan serahkan hal ini kepada pihak yang berwenang. Jihad yang sebenarnya yaitu lewat doa, doakan kami agar putera/puteri bangsa Indonesia di Papua ini bangkit dari situasi ini dan dapat pererat persaudaraan,” katanya.

Alpayage menekankan supaya umat muslim untuk tidak mudah terpengaruh berita bohong . “Masyarakat jangan termakan informasi hoaks. Situasi di Papua sudah semakin kondusif. Apabila ada kelompok yang memaksakan jihad ke Papua maka akan menimbulkan konflik baru yang bernuansa SARA,” tuturnya.

Kemudian Alpayage berpesan sebenarnya semua agama menolak hal kekerasan. Apalagi Papua jarang terjadi bentrok karena agama. Sekaligus Ia meminta kepada berwajib untuk asik dalam memberikan hukuman.

“Kita punya komitmen sesama tokoh agama, untuk terus menjaga persaudaraan antar agama. Ini sudah komitmen dan tidak pernah ada kejadian. Mungkin kalau ada kejadian selain agama, itu hanya bersifat politik, mungkin berkaitan dengan sosial kemanusian.

Indonesia adalah negara hukum. Insya Allah Kapolda akan melakukan dengan benar. Tapi saya selaku tokoh agama, meminta agar apabila ada yang salah, tolong diberi hukuman yang setimpal,”Pungkasnya.

Tidak lupa Alpayage menyampaikan berbelasungkawa untuk korban Yang jatuh pada peristiwa yang terjadi di Papua pada tanggal 29 Agustus 2019, selanjutnya di tanggal 23 September 2019 Kabupaten Jayawijaya.(Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here