Pesta Miras Oplosan di Kabupaten Jayapura, 5 Orang Tewas dan 4 Lainnya Masih Dirawat

1
650
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, saat didampingi Kasat Reserse Narkoba Ipda Hotma P. Manurung, S.Tr.k dan Kapolsek Sentani Kota AKP Lintong Simanjuntak saat menggelar press conference terkait kasus tersebut, di Mako Polsek Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Senin (30/09) kemarin pagi. (ISTIMEWA /Irfan/LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Lima orang tewas akibat pesta minuman keras (Miras) jenis oplosan di Obale Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Sementara empat orang sedang dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H, S.IK, M.H, M.Si, menceritakan, ketika 9 orang hendak bekerja bersama memotong atau memanen Sagu di Obale Kampung Nendali itu diselingi dengan melakukan pesta Miras mulai dari Jumat (27/9) hingga Sabtu (28/9/2019).

“Nah, tepat pada dinihari Sabtu (28/9) tersebut ada seseorang yang meninggal bernama Daud Yoku, kemudian di hari Minggu (29/9) kemarin kembali ada 4 orang lainnya meninggal di waktu yang berbeda. Kami dari Kepolisian sudah melakukan olah TKP,” kata Kapolres Victor saat didampingi Kasat Reserse Narkoba Ipda Hotma P. Manurung, S.Tr.k dan Kapolsek Sentani Kota AKP Lintong Simanjuntak saat menggelar press conference terkait kasus tersebut, di Mako Polsek Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Senin (30/09) kemarin pagi.

Jenis minuman keras yang dikonsumsi diduga jenis oplosan yang dicampur Alkohol 70 persen dengan kuku Bima. Usai kejadian tersebut tiga orang meninggal dunia dengan didahului muntah-muntah dan mual.
Korban meninggal dunia secara berurutan atas nama Daud Yoku (55) pada Sabtu (28/9). Kemudian pada Minggu (29/9) di waktu yang berbeda menyusul empat orang lainnya juga meninggal dunia yakni, Marthen Robert Ohee (65), Yordan Wally (53), Absalom Yoku (32) dan Hendrik Pallo (51). Sedangkan 4 orang korban lainnya masih dirawat di RSUD Abepura diantaranya, Hanock Yoku (64), Hendrik Wally (58), Yan Yoku (59) serta Wilklif Wally (49).

“Barang bukti yang kami dapati saat melakukan olah TKP diantaranya beberapa botol sudah kosong dan satu botol yang masih utuh berisikan miras oplosan. Dari aroma terdapat bau alkohol dan campuran kuku bima,” jelasnya.

“Untuk itu, kami imbau untuk barang-barang yang tidak sesuai komposisinya atau tidak sesuai dengan aturannya yang dapat mengakibatkan dampak bagi kesehatan agar tidak di konsumsi. Kita juga berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi,” imbuh Kapolres Jayapura menambahkan.

Lanjut kata Kapolres Jayapura, keluarga korban tidak mau untuk di otopsi, sehingga pihaknya membuatkan berita acara penolakan otopsi. “Kemudian kita juga telah mengirimkan barang bukti yang ada untuk mengetahui bahan campuran apa yang telah mereka minum ke Balai Besar POM,” katanya.

Dikatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, siapa pelaku pembuat miras oplosan tersebut. Apakah ada diantara 9 (sembilan) orang tersebut atau pihak lain, jika terbukti pelaku bisa dijerat dengan Pasal 204 KUHP ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Irf)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here