Ondofolo Besar Kampung Sereh, Yanto Eluay, saat diwawancara. (Irfan/LPC)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Ondofolo Besar Kampung Sereh, Yanto Eluay mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk berhenti (stop) melakukan aksi unjuk rasa. Imbauan itu disampaikan menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di Tanah Papua dan berujung pada tindakan-tindakan anarkis belakangan ini.

Demo damai, 19 Agustus 2019 di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua. (Foto Jack Okoka)

Sebab, menurutnya jika tidak ada aksi tersebut, maka tidak akan terjadi aksi-aksi anarkis yang merusak fasilitas umum dan merenggut korban jiwa.

“Kita bisa lihat sendiri, demo-demo yang terjadi belakangan ini dan terakhir di Wamena hari Rabu (25/9) kemarin kan semua berujung anarkis. Itukan, karena hoax saja. Jadi, saya imbau agar masyarakat Papua pada umumnya dapat menyaring dulu suatu informasi sebelum bertindak dan melakukan aksi demo,”

“Jadi, solusi yang tepat agar Tanah Papua tetap aman dan damai, ya jangan ada lagi demo karena informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar Yanto Eluay dengan nada tegas.
Politis Golkar tersebut juga mengatakan, kalau terjadi pembakaran dan pengrusakan selalu dikatakan ada pihak ketiga atau ada orang yang memanfaatkan hal ini.

“Terakhir kalau aparat mengambil tindakan tegas dibilang aparat tidak sesuai dengan prosedur tetap (Protap)”.

“Seperti memberikan tembakan peringatan dan lain sebagainya. Jadi, solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang belakangan terjadi ini adalah masyarakat berhenti lakukan aksi demo. Supaya tidak terjadi tuding menuding,” tutup pria yang juga Anggota DPRD Kabupaten Jayapura dengan nada tegas. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here