Tidak Percaya DPR Tunda Sahkan Revisi KUHP, Mahasiswa Unjuk Rasa

0
174
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2020 Disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I DPR RI Tahun Sidang 2019-2020, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ( Fot o: BPMI Setpres/Rusman )

JAKARTA (LINTAS PAPUA) –  Tidak percaya DPR akan menunda pengesahan beberapa undang-undang menjadi pemicu utama demonstrasi di beberapa kota di Indonesia. Rangkaian unjuk rasa yang sebagian besar diinisiasi oleh mahasiswa terjadi di beberapa kota di Indonesia.

Secara sporadis demonstrasi dilakukan di Jakarta, Makassar, Medan, dan Malang yang melibatkan dari ratusan sampai ribuan peserta.

Demonstrasi terorkrestasi menjadi gerakan untuk meminta perhatian Presiden Jokowi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Diawali demo pada 23 September 2019, yang dianggap berhasil, unjuk rasa susulan dilakukan Senin (24/9/2019). Aksi mereka adalah menuntut penundaan pengesahan revisi KUHP, RUU Minerba, dan dua undang-undang lainnya.

“Saya datang ikut demo karena pesan WhatsApp dari Jurusan dan BEM yang disebarkan,” kata salah satu mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) menjawab pertanyaan JokowiApp.

Mahasiswa tersebut juga menjelaskan mereka menuntut DPR untuk menunda/membatalkan UU KPK, revisi KUHP yang dianggap tidak mencerminkan aspirasi masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan tetap pengesahan empat RUU yakni RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

“Itu ditunda pengesahannya untuk kita bisa mendapatkan masukan-masukan, substansi yang lebih baik sesuai keinginan masyarakat,” kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (23/9/2019).

Ketika ditanyakan oleh JokowiApp tentang langkah Presiden Jokowi dan DPR yang akan menunda pengesahan empat undang-undang tersebut, dia menyatakan belum tahu. Banyak peserta demo tidak memahami tujuan karena diajak para mahasiswa senior jurusan.

“Saya percaya Pak Jokowi meminta menunda. Tapi kami tidak percaya dengan DPR. Mereka akan yang mengesahkan bukan Pak Jokowi,” kata seorang peserta demo, yang kelihatan mahasiswa, di samping JokowiApp.

Demonstran meneriakkan yel-yel anti DPR, melakukan aksi coret-coret di jalanan, dan hampir tidak terdengar meneriakkan anti Jokowi. Namun, ada sebagian kecil demonstran yang meneriakkan anti Jokowi yakni mahasiswa UIN, UBK, Uhamka, dan Universitas Pertamina.

Demonstrasi telah diantisipasi oleh apparat gabungan Polri/TNI yang telah ditempatkan di berbagai lokasi strategis. Pemblokiran dilakukan sejak pukul 08.00 di depan pintu gerbang Gedung DPR/MPR Senayang, Jakarta. Pasukan pengamanan juga ditempatkan di halaman gedung wakil rakyat itu.

Massa demo datang dengan menggunakan berbagai moda transportasi secara bergelombang dan mencapai puncaknya antara pukul 12.00-15.00 WIB. Mereka berkumpul di luar Gelora Bung Karno, Jalan Asia-Afrika.

Untuk menuju Gedung DPR/MPR mereka datang dari dua penjuru yakni ruas jalan Gatot Soebroto arah Grogol, dan Jalan Asia-Afrika. Kedatangan mereka awalnya disambut pasukan pengamanan secara simpatik. (JokowiApp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here