SENTANI (LINTAS PAPUA) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura hingga Agustus Tahun 2019 yang baru terealisasi 64 miliar rupiah dari target perubahan kurang lebih sebesar 130 miliar rupiah atau dengan persentase 49,23 persen.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan / lintaspapua.com)

Maka itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan para Asistennya, untuk melakukan pengecekan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna bisa memaksimalkan sisa waktu agar realisasi PAD bisa terpenuhi.

Terkait realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun Anggaran 2019, kata Mathius, hingga memasuki bulan Agustus 2019 itu baru terealisasi Rp 64 miliar lebih dari target perubahan sebesar Rp 130 miliar lebih, atau dengan presentase sekitar 49,23 persen.

Dijelaskan Mathius, beberapa agenda dadakan pada tahun ini termasuk banyak pihak ikut terlibat pada bencana banjir bandang beberapa waktu lalu, yang menjadi penyebab realisasi pemasukan tidak memenuhi target. Yang mana, seharusnya memasuki bulan Agustus presentasenya bisa mencapai 60 persen.

“Dan saya sudah perintahkan pak Wakil Bupati, bu Sekda dan para Asisten agar di cek lagi. Kepada semua OPD untuk capaiannya bisa tercapai pada bulan November dan Desember,” tegasnya ketika ditanya wartawan terkait realisasi PAD yang baru mencapai 49,23 persen, usai membuka acara Workshop Pembentukan dan Pengembangan Center Malaria Kabupaten Jayapura, di Hotel HoreX, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (17/9/2019).

Ketika ditanya soal Perusahaan Daerah (PD) Baniyau yang selama 2 tahun belakangan tidak memberikan kontribusi terhadap pemasukan daerah, Bupati Mathius dengan tegas menyampaikan akan ada pergantian pengurus PD Baniyau.

“Besok dilantik (hari ini), harus bekerja dan tantangannya besar pekerjaan yang dilakukan sangat banyak, karena itu pengurus baru bisa semangat lagi,” paparnya.

Mathius menambahkan, semangat anak-anak asli Jayapura sangat kurang, untuk ikut terlibat langsung pada Perusahaan Daerah dengan seabrek pekerjaan yang bisa dikerjakan untuk bangun Kabupaten Jayapura.

“Atau mungkin mereka lebih suka menjadi anggota dewan. Jadi kalau ada tawaran begini mereka kurang padahal ini pekerjaan juga,” kelakar Bupati Mathius membeberkan.

Ia menyampaikan, dibentuknya PD Baniyau semata-mata agar semua orang bisa terlihat dalam membangun daerahnya juga untuk memperoleh penghasilan, sebab penghasilan bisa diperoleh apabila ada perjuangan dan kerja keras. (Irf / lintaspapua.com)