SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pegawai di Kementerian Perhubungan (Kepmenhub) wajib menggunakan pakaian adat setiap hari Selasa. Hal ini sesuai dengan dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 119 Tahun 2019 tentang Pakaian dinas Pegawai Kementerian Perhubungan.

Hal ini disampaikan Kepala Bandar Udara (Kabandara) Sentani, Antonius Widyo Praptono ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (16/9/2019) kemarin sore.

Dikatakan Kabandara Widyo bahwa, para Aparatur Sipil Negeri (ASN) Kementerian Perhubungan setiap hari Selasa wajib menggunakan pakaian adat sebagai wujud dari rasa cinta tanah air dan kesadaran akan keberagaman Budaya Indonesia.

“Jadi, sesuai dengan imbauan dari Kementerian Perhubungan untuk seluruh UPT dibawah Kementerian Perhubungan setiap hari Selasa wajib untuk menggunakan pakaian adat saat bekerja, pakaian Adat nusantara itu bisa dari pakaian adat Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lain sebagainya,” kata Antonius Widyo Praptono.

Namun untuk penggunaan pakaian Adat, pihaknya terbatas hanya staff Tata Usaha. “Untuk operasionalnya, kita terbatas hanya staf Tata Usaha saja. Karena gak mungkin lah, untuk yang di Avsec sana disuruh pakai pakaian Adat. Itu yang gak mungkin bagi Avsec. Sedangkan untuk ikatan operasional seperti UPT di bandara itu hanya untuk pegawai dan karyawan Tata Usaha yang diwajibkan untuk penggunaan pakaian Adat setiap hari Selasa,” ujarnya.

Ada yang berbeda dengan penampilan seluruh staf yang ada di lingkup Bandar Udara (Bandara) Sentani Pada hari Selasa beberapa pekan lalu karena tidak seperti biasanya, mereka kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Tentunya menjadi sebuah pemandangan yang unik dan sangat menarik untuk dilihat, terlebih ketika staf melaksanakan tugas keseharian mereka.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bandar Udara (Kabandara) Sentani, Antonius Widyo Praptono mengemukakan bahwa penggunaan pakaian adat itu sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan tentang pakaian dinas pegawai Kementerian Perhubungan.

Disampaikan kepada seluruh pegawai, karyawan dan tenaga kontrak Kantor UPBU Bandara Sentani bahwa untuk melestarikan budaya daerah di Indonesia.

“Surat edaran ini sudah dikeluarkan sejak 26 Agustus 2019 dan kita sudah mulai melaksanakan pada tanggal 3 September 2019 lalu. Memang di kita itu sudah diberlakukan sejak dua hari Selasa yang lalu (sudah dua kali) atau dua minggu yang lalu. Jadi, besok (hari ini) sudah yang ketiga kalinya pakaian Adat digunakan,” terang Kabandara Antonius Widyo Praptono.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk bagian tata usaha tetap menggunakan pakaian adat namun yang bekerja di operasional di lapangan itu tidak diharuskan. Ketetapan ini berlaku serentak di seluruh Indonesia dan di Kabupaten Jayapura sangat merespons positif.

Ia berharap dengan penerapan ini anak dapat semakin menumbuhkan rasa kecintaan kepada negeri ini dan pihaknya sangat mendukung sekali.

“Penggunaan pakaian Adat ini untuk mengenalkan, juga mengingatkan kita kepada diri kita masing-masing. Bahwa kita itu terdiri dari bermacam-macam adat, karena itu merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang tidak boleh terlupakan,” paparnya.

“Nah untuk mengingat itu biar tidak terlupakan, ya bagus sekali untuk pelaksanaannya. Sehingga kita teringat terus, bahwa kita itu terdiri dari berbagai macam budaya. Itu merupakan satu kekayaan bangsa Indonesia, yang tidak ada di negara lain dan itu hanya ada di negara Indonesia, makanya kita harus pertahankan. Disamping keindahannya, kita juga bisa mengenal pakaian adat dari budaya tempat lain, misalnya Batak sana pakaiannya seperti apa. Itukan lama-lama jadi mengetahui,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here