SENTANI (LINTAS PAPUA) – Semua pihak di Bumi Khenambay Umbay dinilai belum bersinergi ciptakan lingkungan bersih dan aman. Hal ini disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., yang dimaksud merupakan kesalahan yang harus disikapi bersama oleh semua pihak, saat memberikan sambutan pada acara deklarasi dan pembentukan tim kerja pembersihan kawasan Danau Sentani serta kerja bhakti pembersihan Danau Sentani, berlangsung di Jembatan Kuning (Jeku), Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (14/9/2019).

Acara tersebut, dihadiri perwakilan dari TNI/Polri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Sampai hari ini semua pihak belum bersinergi secara baik, himbaun sudah terus disampaikan namun masih kurang gerakan nyata pada pelaksanaan, kurang kreatif dalam rangka wujudkan lingkungan bersih dan bebas sampah,” ungkapnya.

Mathius menambahkan kesalahan yang terjadi adalah kesalahan bersama , baik dirinya sebagai Bupati Jayapura dan juga aparat, karena itu ia minta untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain.

“Siapapun kita kalau mencintai NKRI punya tanggung jawab untuk berikan yang terbaik, tanpa ada sekat-sekat, semangat ini yang harus kita tunjukkan,” ungkapnya.

Selanjutnya terang Mathius, Kabupaten Jayapura sebagai pintu masuk pertama di Papua harus terus berbenah, apalagi Bandara Sentani yang letaknya persis di pinggir danau memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain di Indonesia, akan menimbulkan kesan kagum bagi pengunjung apabila dihias dan di tata dengan baik.

“Jadi perlu ada perhatian penuh untuk kerja-kerja kita nanti, karena waktu pelaksanaan PON XX tinggal berapa bulan lagi, jadi efektifkan waktu yang ada ini dan kalau bisa untuk seterusnya,” harapnya.

Kata Bupati, Danau Sentani dengan segala potensi alamnya, harus menjadi satu kebanggaan bagi semua pihak, untuk itu pintanya semua pihak hendaknya bangun komitmen guna beri penghormatan lebih terhadap Danau Sentani, sebagai sumber kehidupan.

“Jadi apa yang kita lakukan dalam rangka itu. Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah harus mulai buat jadwal untuk lakukan kerja bakti ruti, turun langsung dengan agenda yang jelas dengan segala persiapannya termasuk dukungan alat lengkap,”harapannya.

“Ini tanggung jawab masyarakat dan pemuda, pemuda kita arahkan kembali ke kampung karena di kota sudah ada yang urus, jadi semua harus kembali ke kampung dengan nyatakan kepemudaan kita,” pungkas Mathius Awoitauw. (Irf)