SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jayapura dalam menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari harus sejalan dengan kesepakatan dan komitmen yang telah dibangun bersama.

Demikian permintaan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., dihadapan sejumlah perwakilan TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen pemuda pada saat melakukan penandatanganan deklarasi kesepakatan dalam rangka menjaga Papua sebagai Tanah Damai, bertempat di Lapangan Pasar Lama Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (13/9/3019) pekan kemarin.

Adapun isi dari deklarasi tersebut adalah Kami warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ada di tanah Papua ragam suku, bahasa dan adat istiadat bersepakat dan menyatakan, pertama menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua, kedua hidup berdampingan, damai dengan penuh kasih sayang, ketiga tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar dan keempat menolak kelompok separatis dan radikal di tanah Papua.
“Siapapun yang ada disini wajib untuk ikut serta di dalam komitmen itu. Karena ini untuk kepentingan bersama, supaya percepatan pembangunan bisa terus dijalankan,” jelas Mathius.

Ia menyampaikan isi deklarasi pernyataan bersama merupakan wujud bukti dari komitmen terdahulu yang pernah dilakukan pada tahun 2016 silam. Dimana, Kabupaten Jayapura dicanangkan sebagai zona integritas kerukunan suku bangsa, agama dan golongan. Hal itu terbukti warga Kabupaten Jayapura dapat menjaga keutuhan dan tidak tertular untuk lakukan aksi demonstrasi berujung anarkis, pengrusakan serta pembakaran.

“Oleh karena itu, ini menjadi ukuran dan standar untuk bagaimana kita bisa membuktikan kepada Indonesia bahwa Bhineka Tunggal Ika itu benar-benar tercermin disini, dan itu telah terbukti,” jelasnya.

Selain itu, Mathius menambahkan, Kabupaten Jayapura berbeda dengan daerah lain di Indonesia, terdapat keseimbangan dari segala suku bangsa, oleh karena itu dirinya berharap dukungan doa semua pihak agar persatuan dan kesatuan yang telah terbina bisa dipertahankan dan ada peningkatan, untuk bangun Papua lebih hebat. (Irf)