KEEROM (LINTAS PAPUA)  – ‘Sijago Merah’ kembali mengamuk di Keerom. Tepat pada Kamis (12/9) kemarin, antara pukul 19.00 – 20.00 WIT, terjadi kebakaran di beberapa ruko yang berada di jalan Garuda, Arso II, atau didepan los pasar Yuwanain, Arso II.

Sijago Merah’ kembali mengamuk di Keerom. Tepat pada Kamis (12/9) kemarin, antara pukul 19.00 – 20.00 WIT, terjadi kebakaran di beberapa ruko yang berada di jalan Garuda, Arso II, atau didepan los pasar Yuwanain, Arso II. (Arif/LPC)

Akibat kebakaran ini, sedikitnya sekitar 5 unit Ruko (rumah toko) ludes dimakan ‘si jago merah’ (kebakaran). Selain itu ada 1 unit mobil dan 4 unit motor juga tak bisa diselamatkan. Juga ada 1 korban a/n Ari Siahaan yang mengalami luka bakar serius sekitar 80 persen lebih yang hingga kini dirawat di RS. Bhayangkara, Kotaraja.

Dari keterangan yang diperoleh media, menyebutkan bahwa kebakaran berasal dari rumah salon yang dikelola oleh Ari Siahaan (45) yang ia sewa dan diketahui milik dari Bahtiar. Menurut salah seorang saksi mata, Kimpul, melihat api berasal dari dalam rumah tersebut dan dengan cepat menyambar beberapa barang yang memang diketahui rawan dan mudah terbakar.

Bahkan satu kios di deretan ruko tersebut diketahui menjual gas elpiji dan juga bensin eceran, tak pelak api dengan cepat membesar dan menyambar bangunan serta kendaraan yang ada di parkir atau berada di dalam bangunan tersebut.

Kondisi ini diperparah karena Pemkab Keerom tak memiliki kendaraan pemadam kebakaran (Damkar). Beruntung ada pengusaha air gallon yang berinisiatif membantu dengan mengerahkan satu unit tangki airnya untuk memadamkan api, demikian pula, beberapa kendaraan pick up membantu menggunakan tangki air dan pompa alkon, sehingga api akhirnya bisa dilokalisir dan dipadamkan beberapa jam kemudian.

Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, saat dikonfirmasi, mengemukakan bahwa dari data yang ada diketahui bahwa kebakaran tersebut mengakibatkan beberapa ruko dan kios terbakar. (Arief /LPC)

Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, saat dikonfirmasi, mengemukakan bahwa dari data yang ada diketahui bahwa kebakaran tersebut mengakibatkan beberapa ruko dan kios terbakar, termasuk bahan atau barang dagangan serta beberapa unit motor dan mobil.

‘’Api semalam berhasil dipadamkan, untuk korban dan nilai material kerugian masih kami data, untuk korban luka masih kami cek kondisinya,’’ungkapnya kepada media ini, pagi tadi (13/9).

Sementara itu saat media ini melihat langsung kondisi TKP sisa kebakaran nampak teronggok didepan ruko, l unit mobil Daihatzu Taf Rocky Nopol DS 1024 AC milik korban luka bakar (Ari Siahaan). Selain itu nampak beberapa unit sepeda motor yang sudah tinggal kerangka juga beberapa tabung gas.

Salah seorang korban yang rumahnya terbakar, Bahtiar, mengemukakan bahwa kebakaran kali ini menghanguskan beberapa unit rumah toko dan kios. ‘’ada dua ruko, satu kios sayur, dan dua unit rumah. Kerugian sangat besar karena banyak barang dagangan dan salah satu ruko baru saja memasukkan barang sembako, selain itu ada mobil dan motor yang terbakar,’’ujarnya kepada media ini, pagi tadi.

Ia juga menyayangkan tak adanya mobil Damkar milik Pemkab Keerom. ‘’Hanya ada mobil tangki air sumbangan warga yang membantu memadamkan api. Saya harap Pemkab Keerom perhatikan hal ini, dan saya harap kejadian kebakaran di Arso Kota dan kini di Arso II adalah yang terakhir dan tak ada mobil Damkar,’’pesannya.

Kondisi ini juga menjadi perhatian beberapa warganet yang berada di Keerom. salah satunya dari Pdt. Kris Bidi, dalam tulisannya ia menyebut menyayangkan hal tersebut. ‘’Kebakaran rumah dan toko di arso 2, sayang sampai saat ini belum ada bantuan pemadam kebakaran, sio Keeromku, selalu pasrah saat musibah kebakaran,’’tulisnya.

Serupa itu, Paul Sumel juga menulis. ‘’Saya sangat heran Pemda Keerom tidak pernah pengadaan mobil pemadam kebakaran, sayang sekali banyak ruko dan kios dilenyapkan oleh si jago merah,’’lanjutnya.

 

Sementara itu saat media ini mengkonfirmasikan kepada Kepala BPBD Keerom, Farel Simamora, ia mengemukakan bahwa untuk penanganan korban kebakaran saat ini sudah ditangani oleh Dinas Sosial. Sementara pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk pengadaan mobil Damkar.

 

‘’Sebenarnya kita memang sudah mengajukan pengadaan Damkar, namun karena keterbatasan anggaran maka itu belum terrealisir. Namun dari kejadian ini, saya sudah disampaikan dari TAPD bahwa untuk APBD perubahan tahun ini akan ada pengadaan mobil Damkar,’’ujarnya seraya mengaku memang agak terlambat, namun lebih baik daripada tidak ada. (arief/LPC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here