JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil(Dukcapil) Kota Jayapura kembali melakukan oprasi non Yustisi KTP el di lapangan Tenis Apo kali kelurahan Bhayangkara kota Jayapura, Sabtu (14/9/2019).

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., berpesan agar RT dan RW memiliki data penduduknya agar administrasi penduduk(adminduk) bisa terkontrol. Tampak saat wakil walikota saat memberikan sambutan. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sekitar 80 pegawai Dukcapil dan Aparat mendatangi Rumah warga untuk memberikan pelayanan pembuatan surat penting, terutama KTP el dan Surat domisili sementara.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., berpesan agar RT dan RW memiliki data penduduknya agar administrasi penduduk(adminduk) bisa terkontrol.

“Masih banyak warga belum tercatat, yang tau warganya yaitu RT, RW semua, harus punya data, kalau tidak ada data berarti tidak tertib administrasi. Pak RT datang catat, pangil penduduk, pelayanan Dukcapil gratis.Tujuan kegiatan agar adminduk bisa di control, bu Kadis kedepan saya minta di tindak, agar ada sangsi adm dan sangsi hukum. yang pindah harus punya kartu identitas sementara minimal satu tahun,” Pesannya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura, Dr. Merlan S. Uloli, SE, MM.,  mengatakan tujuan seluruh program Dukcapil jemput bola membantu masyarakat dalam pencatatan surat Kependudukan,wujud kedekatan pemerintah dan masyarakat. Tampak saat diwawancara media. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura, Dr. Merlan S. Uloli, SE, MM.,  mengatakan tujuan seluruh program Dukcapil jemput bola membantu masyarakat dalam pencatatan surat Kependudukan,wujud kedekatan pemerintah dan masyarakat.

“Jemput bola kepada masyarakat, Kota di kawal aparat, langsung kepada masyarakat, efek jeranya ada, kok langsung didatangi di rumah, Ada efek jera juga secara humanis, daripada oprasi yustisi. Apa yang pas dari yustisi, non yustisi, Gisa itu datang dengan sukarela kami melakukan dokumen Kependudukan langsung jadi ditempat, lebih berpihak kepada masyarakat, ini wujud kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” tandasnya mengakhiri pembicaraan. (Fransisca/lintaspapua.com)