SENTANI (LINTAS PAPUA) – Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jayapura dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkab Jayapura, hingga bulan Agustus 2019 mencapai di 49,23 persen atau Rp 64 miliar dari target Rp 130 miliar lebih.

Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus H. Tegay, SE., saat diwawancara. (Irfan/LPC)

Hal itu diketahui saat menggelar rapat pra evaluasi realisasi PAD yang dibuka Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd., M.KP., dan dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura Edi Susanto, Rabu (11/9/2019) siang lalu di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura Theophilus H. Tegay, S.E., mengatakan, dengan pencapaian di 49,23 persen itu masih terdapat kekurangan karena dianggap belum memenuhi target realisasi PAD, yang seharusnya pada bulan Agustus 2019 itu sudah mencapai 60 persen.

“Untuk memaksimalkan pencapaian target penerimaan PAD. Pihaknya menggelar rapat pra evaluasi realisasi PAD sampai dengan bulan Agustus 2019, dengan harapan OPD tergerak menemukan strategi-strategi baru agar target dapat terpenuhi disisa waktu empat atau tiga bulan kedepan hingga bulan Desember 2019 nanti.

“Jadi, tujuannya kita lakukan rapat pra evaluasi PAD ini, untuk bagaimana empat atau tiga bulan kedepan ada strategi baru yang dilakukan oleh OPD agar target bisa tercapai dan masing-masing Perangkat Daerah (PD) harus punya strategi. Kalau seandainya tidak tercapai kita tidak bisa membelanjakan,” jelas pria yang akrab disapa Theo ini.

Kendati realisasi PAD Kabupaten Jayapura hingga bulan Agustus belum mencapai 60 persen, namun ia dirinya masih merasa diuntungkan karena penyerapan anggaran baru diangka 40 persen. Seandainya diangka 70 persen pada bulan Agustus, maka dipastikan kas daerah Kabupaten Jayapura alami kekosongan.

“APBD Perubahan 2019 khusus PAD adalah kurang lebih 115 miliar rupiah, menjadi 130 miliar rupiah lebih. Apa yang sudah dibahas itu mengacu pada target APBD Perubahan. Walaupun APBD Perubahan belum di evaluasi di provinsi, tetapi pada rapat pra evaluasi realisasi PAD ini kita telah pakai angka perubahan,” bebernya.

Capaian realisasi PAD 2019 ini, tambah Theo, persentase tertinggi adalah Bank Papua yang sudah mencapai 100 persen. Selanjutnya RSUD Youwari 89 persen.

Sementara itu, jika dilihat dari penerimaan baru 1 persen lebih penerimaan PAD yang sudah terhimpun, kata Theo, dicapai oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang baru 1,2 persen dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) juga baru 1,25 persen. Sedangkan 10 OPD lain sudah diatas 10 persen.

Sedangkan capaian terendah dengan persentase masih nol persen itu ada pada Dinas Pariwisata dengan target realisasi pendapatan Rp 100 juta dan Perusda Baniyau dengan target realisasi pendapatan Rp 2 miliar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, dalam membiayai Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan di Kabupaten Jayapura, masih mengandalkan dana Perimbangan sehingga diharapkan seluruh Perangkat Daerah Terkait menggali Potensi PAD yang dikelolanya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya akan mendorong kemandirian dan kemampuan keuangan daerah, dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Irf / lintaspapua.com )