Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM., M.Kes. (Irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membentuk Tim Petugas Kesehatan guna mendukung pelaksanaan iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 nanti, yang diprioritaskan untuk empat (4) distrik, yakni Sentani Timur, Sentani, Ebungfauw dan Waibhu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes, dalam laporannya pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, di Halaman Puskesmas Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/9/2019) pagi lalu.

Khairul Lie menjelaskan, petugas kesehatan yang terbentuk ini sebanyak 10 tim, pada setiap tim di dalamnya terdiri dari 1 dokter spesialis, 1 dokter umum, 4 perawat dan 2 driver (sopir).

Peran sektor kesehatan dalam sukseskan iven PON XX itu, kata Khairul Lie, dengan memberikan pelayanan kesehatan berupa pengendalian penyakit menular, pelayanan kesehatan gizi, pelayanan kesehatan lingkungan dan produk-produk lokal dearah termasuk penjamah makanan.

Selain itu, Khairul menjelaskan, ada beberapa program prioritas dilakukan Dinas Kesehatan, seperti melakukan kegiatan asap fogging nyamuk secara berkala pada venue-venue tempat bertanding atlet, sebagai bentuk penyiapan lingkungan yang baik dan nyaman terhadap orang dan penonton yang datang.

“Karena penyebaran penyakit malaria di Kabupaten Jayapura termasuk tertinggi di Papua, setelah Timika, Keroom, Sarmi dan Boven Digoel,” jelasnya.

Juga termasuk, menyediakan Sports Medicine atau Layanan Kedokteran untuk Atlit, guna memberikan layanan kesehatan mencakup peningkatan kesehatan, kebugaran, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi pasca pemulihan dari cedera.

“Ada juga sistem rujukan, dan kita sudah petakan cabang olahraga mana saja yang memiliki resiko cidera tinggi, sedang dan rendah. Kalau sport medicine ini lebih fokus pada saat pelaksaan di venue tempat bertanding dengan memperkuat sarana prasarana fasilitas pelayanan kesehatan untuk keselamatan,” paparnya.

Termasuk menyiapkan sistem rujukan dengan menyiapkan alur transportasi ke rumah sakit, dengan maksud untuk mempermudah penanganan bagi atlet saat alami cidera parah, khususnya bagi cabang olahraga beladiri seperti Taekwondo, Silat, Karate dan Tarung Drajat. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here