KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menyikapi kondisi terkini di Jayapura dan Papua sekaligus antisipasi terhadap kondisi di Keerom, maka Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Keerom, menggelar dialog lintas agama.

Dalam dialog ini, seluruh unsur agama yang ada baik itu Kristen, Katholik, Islam, Hinda dan Budha turut serta menyukseskan dialog tersebut.

Suasana kegiatan dialog lintas agama dengan berbagai kalangan masyarakat dan profesi di Keerom, kemarin. (Arif/LPC)

Pada kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bappeda Keerom, Kamis (5/8) kemarin, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, pada kesempatan tersebut tampil membuka kegiatan dan juga sekaligus menyampaikan materi tentang keberagamaan dan keberagamaan di Keerom.

Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan rasa syukurnya bahwa kondisi kamtibmas daerah atau Kabupaten Keerom yang terus terjaga kedamaiannya. ‘’Kita bersyukur kepada Tuhan karena ternyata Tuhan tidak membiarkan damai itu berlalu dari tanah Papua, dari tempat kita. Sekalipun ada niat pihak lain yang tidak mencintai kedamaian, tapi niat itu hampir dipastikan tidak berhasil,’’ungkapnya.

Hal ini menurutnya karena peran tokoh agama sangat penting, karena begitu ada masalah maka tokoh agama yang tampil didepan. ‘’Karena kalau tokoh agama yang tampil, pernyataannya biasanya menyejukkan dan mendamaikan. Karena agama ini bicara tentang iman, dan ini urusannya dengan sang pencipta. Maka tokoh agama harus memegang terus kendali tentang damai di tanah Papua,’’ungkapnya.

Karenanya ia mengapresiasi dengan baik peran tokoh agama di Keerom yang telah berupaya keras untuk menjaga kedamaian termasuk antisipasi atas kejadian rusuh di Jayapura agar tak berimbas ke Keerom.

‘’Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terutama para tokoh agama dari seluruh lintas agama yang ada, atas kerjakerasnya untuk menjaga kedamaian di Papua. Mari bersama suasana damai yang ada di Keerom ini bisa kita jaga untuk selama-lamanya,’’pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Amsal Yowei, STh, MTh, mengemukakan ada beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian semua pihak atas adanya aksi demo yang diwarnai aksi anarkhis di Papua belum lama ini.

‘’Beberapa waktu lalu ada demo, namun yang menjadi keprihatinan kita adalah demo ini diwarnai aksi anarkhis, maka menjadi tugas kita, untuk lembaga keagamaan, agar bagaimana kita bisa menjaga keharmonisan dan kerukuan. Kami terus diingatkan menteri agama untuk laporan dini keadaan yang ada, diminta untuk bangun komunikasi lintas agama, agar senantiasa menjaga kedamaian ditanah Papua dengan baik,’’ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/kota yang terus berupaya membangun komunikasi dengan pihak terkait untuk memulihkan dan menjaga kedamaian di Tanah Papua, seperti yang dilakukan juga dengan dialog lintas agama di Keerom yang digelar kemarin.

‘’Untuk menjaga tanah Papua menjadi tanah yang damai. Peran tokoh agama perlu merapatkan barisan, sesuai tugas dan tanggungjawab kita, mari kita berdoa, karena doa orang benar itu besar kuasanya. Semoga kisruh yang ada saat ini ada jalan keluar untuk kedamaian di tanah Papua,’’pungkasnya.

Sejumlah Perwakilan yang ikut ambil bagian dalam dialog tersebut. (Arif /LPC)

Kegiatan dialog lintas agama yang dilakukan kemarin diikuti oleh para tokoh lintas agama yang ada di Keerom. Baik dari perwakilan umat Kristen yang diwakili oleh Klasis Keerom, umat katholik melalui Dekenat Keerom, umat Islam melalui MUI Keerom, dan umat hindu melalui PHDI Kab Keerom.

Pada kesempatan akhir, para tokoh lintas agama menyepakati untuk melakukan deklarasi damai dan seruan damai kepada seluruh umat beragama untuk menjaga kerukunan dan menciptakan dan menjaga Papua dan Keerom menjadi zona damai bagi semua. (Arif / lintaspapua.com)