JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Mantan Bupati Kabupaten Biak Numfor, Yesaya Sombuk resmi menghirup udara bebas pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 Tahun 2019.

Setelah mantan Bupati Kabupaten Biak Numfor itu menjalani hukuman kurungan penjara selama 4 tahun dan 6 bulan sejak 2014 lalu, berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Kebebasan mantan Bupati Kabupaten Biak Numfor itu, tertuang dalam surat lepas Nomor : W30.EA-PK.01.01.02-2953 Kementerian Hukum Hak Asasi Manusia RI Kantor Wilayah Papua, Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Abepura.

Pasca kebebasannya itu, Yesaya Sombuk  mengatakan,  dirinya berterima kasih dan menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, khususnya petugas di Lapas Abepura, dimana selama ia menjalani hukuman, ada perbuatan yang salah mohon dimaafkan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, secara khusus adik-adik petugas di Lapas Abepura. Ketika bapa selama menjalani hukuman, ada perilaku yang salah bapa mohon dimaafkan”, kata Yesaya Sombuk, usai memberikan cap tiga jari tanda kebebasan, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Sombuk berpesan,  kepada narapidana yang bebas, Narapidana penerima remisi dan narapidana yang menjalani masa hukuman, agar sabar dalam menjalani proses hukum ini dengan baik.

“Sebab ketika kita bebas nanti, kita harus berubah setelah keluar dari Lapas. Dan jangan ada  yang masuk lagi ke Lapas. Karena Lapas bisa kosong ketika kita benar-benar berbalik kepada Tuhan. Ujar Sombuk.

“Terima kasih atas dukungan doanya, sehingga saya bisa bebas, dan kepada masyarakat saya di Biak, saya minta maaf, sehingga saya ada berada didalam penjara. Tetapi Tuhan baik, dan saya akan kembali ke masyarakat itu lagi”, Ujar Sombuk dengan nada haru. (Richard Mayor)