Semarak Pembukaan Festival Teluk Humboldt (FTH11) 2019. (Foto Facebook Genpi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menyambut hari ulang tahun ke-74 Republik Indonesia, Dinas Pariwisata kota Jayapura menggelar festival teluk Humboldt ke-XI di jalan ring-root 5-7 Agustus 2019, dengan mengusung thema “Loving My Identity”.

Selain itu, festival ini di gelar untuk terus mempromosikan budaya asli Port Numbay sekaligus menjadi ajang promosi potensi wisata kota Jayapura.

Semarak Pembukaan Festival Teluk Humboldt (FTH11) 2019. (Foto Facebook Genpi Papua)

“Tujuan lain dari festival ini yakni untuk meningkatkan ekonomi masyarakat asli, dimana mereka bisa menjual pernak-pernik maupun pakaian adatnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata kota Jayapura, Mathias B Mano., S.Par.,M.Kp., Senin, (5/8/2019).

Sementara itu Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM., menyampaikan sesuai dengan tema maka melalui festival teluk Humboldt ingin menunjukkan identitas sebagai masyarakat asli pemilik negeri tanah ini. Ada tarian, nyanyian, kuliner dan souvenir khas dari kampung-kampung.

“Ini yang akan kami tampilkan dalam Festival Teluk Humboldt ini agar semua orang mengetahui bahwa budaya kami masih terjaga dengan baik,”kata wali kota dalam sambutannya.

Masyarakat kota Jayapura sambung wali kota terdiri dari 5 Distrik dengan 25 kelurahan dan 14 kampung yang di diami oleh masyarakat adat, namun kota berkembang semakin maju dan masyarakat asli Port Numbay semakin tersisihkan hingga nilai-nilai budaya ikut pudar.

“Dalam perkembangan kota ini, masyarakat adat di 14 kampung mulai terpinggirkan. Oleh karena itu, melalui Festival Teluk Humboldt tahun ini, kita ingin mengangkat kembali masyarakat adat Port Numbay. Agar setiap pembangunan yang dilakukan di kota ini tidak berbenturan dengan budaya masyarakat pemilik negeri ini,” ujarnya.

Semarak Pembukaan Festival Teluk Humboldt (FTH11) 2019. (Foto Facebook Genpi Papua)

Pada tempat yang sama Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengapresiasikan Kota Jayapura berhasil menggelar Festival Teluk Humboldt dan menyajikan berbagai pegelaran yang menarik dan menunjukkan potensi-potensi budaya yang beragam.

“Papua ini sangat banyak potensi budayanya, tetapi semua itu belum bisa kita lihat dalam satu wadah. Untuk itu, kami usulkan kepada Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua agar ada museum etnologi di Kota Jayapura. Dimana setiap wisatawan datang kesini, mereka bisa melihat kekayaan budaya Papua itu,” ucapnya.

Menurutnya, dengan adanya museum itu, maka itu akan menjadi sarana Kota Jayapura untuk menunjukkan bahwa Kota Jayapura sebagai kota multi etnik dan multi culture.

“Supaya potensi budaya Papua ini tidak dibawa dan dipamerkan di Jatakrta. Dengan begitu, kalau ada yang ingin melihat budaya Papua, maka ia harus datang ke Kota Jayapura,”ujarnya.

Dirinya mendukung wali kota Jayapura agar Festival Teluk Humboldt yang sudah berlangsung selama 11 kali ini untuk terus dilakukan setiap tahun dan terus melestarikan budaya Port Numbay. “Hal ini membuktikan komitmen dari Pemkot Jayapura dalam menjaga dan melestarikan budaya asli Port Numbay ” tutupnya. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here