Gubernur Lukas Enembe Akui Jalan Ring Road Solusi Kemacetan

0
148
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat mereskikan Gedung DPR Papua. (Gracio / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe berpendapat dengan membuka jalan lingkar Ring Road merupakan solusi mengatasi kemacetan di kota Jayapura.

Hal demikian disampaikan Gubernur saat memberi sambutan dalam peresmian gedung baru DPR Papua, sekaligus membuka pengoperasian jalan lingkar Ringroad, Kamis, (1/8/2019).

Gubernur Papua,  Lukas Enembe, (Erwin)

“Pembangunan jalan ini sudah sangat lama dan menghabiskan total anggaran  dari dana APBN dan APBD Papua sebesar  1,018 Triliun. Jalan yang di bangun sejak tahun 2010 dengan dana APBD Papua dan APBN  selesai di tahun 2019,” katanya.

“Bayangkan saja APBD 2010 jalan sudah di mulai, macet karena masalah tanah dan semua belum di selesaikan, masalahnya ada yang mengaku dia punya tanah lah, dan masing-masing keluarga mau haknya, model begini saya rasa tidak bisa, harus hilangkan,” tegas Lukas.

Bahkan dirinya mencontohkan kondisi kemacetan yang terjadi di kota Jayapura sudah sama dengan Ibu kota Indonesia, sehingga  dengan membuka pengoperasian jalan lingkar ringroad yang menghubung antara pantai hamadi dan Vihara, Skayland adalah solusi untuk mengatasi kemacetan.

“Karena kota Jayapura akan menjadi kota Metropolitan maka sarana infrastruktur jalan akan di bangun dengan baik. Hanya saja kita di Papua ini penghambatan pembangunan adalah masalah adat, tradisi kebiasaan dari orang Papua,” ujarnya

Sementara, itu Kepala Dinas PUPR Papua, Gerius One Yoman menjelaskan, pembangunan fungsional jalan yang di kerjakan dari dana APBD Papua, oleh Dinas PUPR Papua, dari Pantai Hamadi ke Vihara panjangnya mencapai 2,7 km  dengan menyerap anggaran sebesar Rp.783.916.885,

Sedangkan dari dana APBN yang di kerjaka oleh  Balai Besar Jalan Nasional XXVII, dari arah Vihara ke Pantai hamadi sepanjang 0,57 km menyerap anggaran sebesar 234.986.128.

“Saya mengucapkan terima kasih di kepada bapak Gubernur Papua, yang meminta dan mendorong perencanaan jalan strategis Papua kepada Presiden, sehingga proyek pekerjaan jalan ringroad bisa selesai pembangunannnya, ” ucap Gerius.

Pihaknya menambahkan dalam menjalankan proyek pembangunan ini, banyak kendala yang di alami oleh pihak penyelenggara, sehingga sangat bersyukur semua proses tersebut bisa terlewati hingga pada tahapan peresmian.

“Kita di Papua kendalanya dalam pembangunan selalu terhalang oleh pembebasan lahan dan dengan kerja keras pemerintah dan semua pihak, sehingga kendala itu bisa terealisasi,” ungkapnya.  (Gracio / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here