Bupati Mathius Awoitauw Lantik 200 Lebih Pejabat, ASN Harus Kompak Sukseskan PON XX

0
391
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., saat melantik 200 orang lebih yang terdiri dari Eselon II 6 orang, Eselon III kurang lebih ada 100 dan Eselon IV sebanyak 154 orang. (Irfan )

SENTANI (LINTAS  PAPUA) –  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., kembali melakukan penyegaran dan pengisian kekosongan jabatan struktural di lingkungan lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kantor Bupati Jayapura.

Senin (29/7/2019) dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Keputusan Bupati Jayapura Nomor: SK.821.2-10 tanggal 25 Juli 2019 sebanyak 200 orang lebih.

Mutasi jabatan adalah salah satu upaya penyegaran bagi pejabat struktural yang mendudukinya, dengan harapan mendapat semangat dan inovasi-inovasi baru. Sedangkan promosi jabatan adalah salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Dengan demikian, jabatan bukanlah hak, tetapi merupakan amanat yang berisi serangkaian tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.

Dalam rangka penyelenggaraan kepemerintahan yang baik atau good governance, diperlukan birokrasi yang baik, dimana birokrasi dapat berjalan dengan baik, bila pejabatnya diisi oleh orang yang baik pula. Pejabat yang saat ini dilantik adalah ASN yang mengemban amanah sebagai birokrasi yang baik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan kepemerintahan yang baik.

“Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan kali ini diikuti oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Jayapura Nomor: SK.821.2-10 tanggal 25 Juli 2019 sebanyak 200 orang lebih, yang terdiri dari eselon II sebanyak 6 orang dan ada tiga OPD yang sementara kosong, yang mana itu nanti kita dorong untuk seleksi JPT terbuka guna pengisian jabatan,” kata Kepala BKPSDM Alex Rumbobiar kepada wartawan usai acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, di Aula Lantai II Kantor bupati Jayapura, Senin (29/7/2019) sore.

“Sedangkan untuk eselon III itu kurang lebih ada 100 orang yang sudah termasuk kepala distrik dan beberapa pejabat eselon III di OPD lain, kemudian eselon IV sebanyak 154 orang termasuk yang non job,” tambah Alex Rumbobiar.

“Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan yang kita lakukan pada siang hingga sore hari ini (kemarin) merupakan satu rutinitas biasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Menurut kesepakatan atau apa yang disampaikan oleh DPRD Kabupaten Jayapura, tetapi juga berlaku di beberapa daerah di Indonesia. Bahwa seseorang yang menjabat dalam satu jabatan itu dua tahun sudah cukup dan itu harus di rotasi agar ada penyegaran,” kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., dalam sambutannya usai mengambil sumpah jabatan dan pelantikan.

“Semua orang dalam posisi itu siap untuk di tempatkan dimana saja. Supaya bisa merasakan apa yang dialami di tempat lain oleh orang-orang sebelumnya. Jadi, ini (pelantikan atau rolling jabatan) harus menjadi sesuatu yang biasa dan harus menjadi sesuatu yang wajar. Tidak boleh hal ini dianggap sesuatu yang di luar dari kebiasaan itu,” tambah Bupati Mathius.

“Kita di Kabupaten Jayapura sedang menuju kepada keputusan-keputusan penting yang kita sudah lakukan dan kita harus capai pada tahun ini maupun tahun depan. Pertama, kita harus sukseskan iven PON XX Tahun 2020, karena ini harga mati. Sehingga semua konsentrasi kita, gerak kita dan apa yang kita lakukan hari ini, untuk sukseskan hal itu,” katanya.

“Kepada para pejabat yang baru saja dilantik selamat bekerja sesuai jabatan barunya dan beradaptasi melakukan konsolidasi terhadap pegawai yang ada di lingkungan kerja saudara. Jadi, semuanya harus berinovasi, semua harus berkreativitas dan tidak boleh menunggu, karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk kita santai. Tapi, kita siang malam harus menggumuli bagaimana PON ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Mathius Awoitauw.

“Kabupaten Jayapura sesungguhnya tuan rumah yang sebenarnya, karena disini akan berlangsung pembukaan dan penutupan. Semua orang yang datang ke Papua harus melalui kabupaten ini. Oleh karena itu, kesiapan kita sebagai tuan rumah ini harus benar-benar digerakkan oleh pemerintah daerah. Kita juga sebagai tuan rumah, bagaimana menyediakan tempat untuk orang datang dan bisa berlangsungnya PON ini tetap berjalan lancar, aman dan semua bisa mencapai harapan-harapan, baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kita yang ada di kabupaten ini,” sambungnya.

“PON tahun 2020 yang harus kita capai itu sukses dengan penyelenggaraan, kemudian juga kita harus sukses dengan prestasi, kita juga harus sukses sebagai tuan rumah. Tapi, juga harus sukses dari segi administrasi, sehingga selesai iven PON itu tidak boleh ada masalah. Jadi, ini hal-hal yang kita harus capai. Bapak ibu pejabat yang baru saja dilantik bisa mengukur saja bagaimana kesiapan kita untuk mencapai itu. Oleh karena itu, apa yang kita lakukan penyegaran ini semua harus kompak untuk bagaimana kita sukseskan PON tersebut,” tegasnya.

“Pelajari lah seluruh aturan yang merupakan dasar pelaksanaan tugas, agar kita terhindar dari permasalahan-permasalahan hukum. Tertib administrasi adalah atas utama dalam pelaksanaan pemerintahan saat ini, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Kepada para pejabat yang baru saja dilantik agar segera bekerja sesuai jabatan barunya dan beradaptasi melakukan konsolidasi terhadap pegawai yang ada di lingkungan kerja saudara masing-masing,” ujarnya.

“Untuk pelaksanaan program kegiatan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Jayapura 2017-2022, maka tugas ini merupakan tugas kita bersama sebagai tim, kekompakan kunci keberhasilan pembangunan,” tukas Mathius Awoitauw. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here