Bupati Markum Lepaskan 31 Calon Jemaah Haji Kabupaten Keerom

0
452
Suasana kegiatan pelepasan Jemaah haji Kab Keerom, oleh Bupati Keerom. (Arief / HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Sebanyak 31 calon jamaah haji Kabupaten Keerom mengikuti pelepasan oleh Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, di Aula Kantor Bupati Keerom, Jumat siang (12/7) kemarin. Para jamaah haji ini sedianya akan berangkat ke embarkasi Makassar pada tanggal 16 juli 2019 mendatang, mereka tergabung dalam kloter 16 embarkasi Makassar.

Suasana kegiatan pelepasan Jemaah haji Kab Keerom, oleh Bupati Keerom. (Arief / HPP)
Suasana kegiatan pelepasan Jemaah haji Kab Keerom, oleh Bupati Keerom. (Arief / HPP)
Suasana kegiatan pelepasan Jemaah haji Kab Keerom, oleh Bupati Keerom. (Arief / HPP)

Saat pelepasan tersebut, hadir juga Muspida Keerom, diantaranya Ketua DPRD Keerom, Syahabuddin, SP, MSi, Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, Ketua MUI Keerom, Kyai Mahfud Muhdhor, dan para tokoh agama yang ada di Keerom.

Bupati Keerom, pada kesempatan tersebut menyampaikan selamat kepada jamaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1440 H/ 2019 M, kali ini. Ia juag berpesan agar para jamaah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik pengetahuan maupun fisik.

‘’Hari ini, di Arab Saudi, cuaca di pagi hari pukul 10.00 adalah 41 derajat celcius. Tentunya ini akan membutuhkan kesiapan fisik dari jamaah, belum lagi jarak antara penginapan dengan Masjidil Haram atau di Madinah, ini semuanya harus jadi pertimbangan dan persiapan jamaah dan petugas haji,’’pesannya pada kesempatan tersebut.

Selain itu, bupati juga menyampaikan harapannya agar jamaah haji untuk segera bertanya kepada petugas haji, jika mengalami kesulitan atau ingin bertanya tentang hal yang berkaitan dengan kelancaran ibadah haji. ‘’Saya minta segera bertanya, karena petugas haji kita pasti akan segera membantu dengan sigap,’’lanjutnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, mengemukakan bahwa beragama adalah hak asasi setiap manusia yang dilindungi undang-undang, termasuk jaminan kebebasan yang harus diberikan kepada umat beragama.

‘’Pemerintah berkewajiban melindungi setiap usaha penduduknya untuk menjalankan ajaran agama dan beribadah sesuai agamanya. Kemenag terus berusaha merawat keberagaman dan keber-agamaan. Pemerintah juga terus memberikan perhatian bagi seluruh umat beragama, islam ada haji dan umroh, Hindu ada Tirtayasa, Kristen dan Katholik ada wisata agama. Ini diharapkan meningkatkan kualitas iman, dimana ini akan menciptakan keharmonisan dan ini menjadi landasan bagi pembangunan bagi kabupaten menuju lebih rukun, aman, damai dan sejahtera,’’ujarnya.

Pada kesempatan itu ia juga menjelaskan jumlah Peserta calhaji tahun ini sebanyak 32 orang karena satu orang lainnya ada yang mengundurkan diri. ‘’Sebanyak 31 orang tersebut terdiri dari haji regular 20 orang, lansia 2 orang, haji cadangan dan tambahan 9 orang sehingga total 31 orang. Tahun ini jamaah kita didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas Senggi, dan Kemenag dalam seleksi petugas haji non kloter ada satu orang a/n ibu. Miherani yang telah berada di Makkah sejak 4 juli hingga 74 hari kedepan,’’ujarnya.

Dengan adanya petugas kesehatan dan petugas non kloter khusus Keerom ini diharapkan kebutuhan dan kesehatan jamaah haji selama di tanah suci bisa berjalan lancar. Kegiatan pelepasan diwarnai dengan pengalungan syal jamaah haji Keerom, pemberian tas koper dan bantuan uang transport dan tiket pesawat menuju dan pulang dari embarkasi Makassar. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bareng antara jamaah haji, Muspida dan tamu undangan. (arief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here