Dalam Kegiatan operasi non Yustisi di Kelurahan Yobe, Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (BTM) menegaskan siapapun yang tinggal di Kota Jayapura harus memiliki data identitas diri yang lengkap. Tampak suasana pembukaan kegiatan dan mendapatkan arahan dari Wali Kota Jayapura. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Dalam Kegiatan operasi non Yustisi di Kelurahan Yobe, Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (BTM) menegaskan siapapun yang tinggal di Kota Jayapura harus memiliki data identitas diri yang lengkap.

Kegiatan jemput bola Dukcapil 2019 seperti ini rencananya dilaksanakan pada 5 tempat, Kelurahan Yobe merupakan tempat kedua, diharapkan satu distrik satu kali, guna mendeteksi pendatang ke Kota Jayapura, Sabtu (5/7/2019). (Fransisca / lintaspapua,com)
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura,  Dr. Merlan S. Uloli, SE.,MM., saat melihat dari dekat Oprasi non Yustisi di Kelurahan Yobe. (Fransisca / lintaspapua.com)

Kegiatan jemput bola Dukcapil 2019 seperti ini rencananya dilaksanakan pada 5 tempat, Kelurahan Yobe merupakan tempat kedua, diharapkan satu distrik satu kali, guna mendeteksi pendatang ke Kota Jayapura, Sabtu (5/7/2019).

Operasi ini dilaksanakan untuk mendeteksi warga pendatang baru yang tidak memiliki identitas jelas di  wilayah kelurahan Yobe.

 

Warga yang tinggal di Kota Jayapura, wajib memiliki E-KTP, KK, akte lahir, juga Adminduk lainnya, bagi yang belum memilikinya, segera membuat surat penting tersebut.

 

“Saya mau semua warga yang tinggal di Kota Jayapura harus memiliki Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang lengkap, termasuk warga di Kelurahan Yobe, Distrik Abepura yang sedang kita lakukan pelayanan perekaman E-KTP,” ujarnya, dalam sambutannya.

 

Dikatakan, bahwa bagi yang  belum memiliki dokumen pencatatan sipil (KK, akte lahir dan akta-akta lainnya atau masih memiliki dokumen kependudukan di luar Kota Jayapura. Maka kepada warga Kelurahan Yobe harus 100 persen memiliki Adminduk lengkap.

 

Benhur Tomi Mano berharap,  tidak ada  warga bermasalah dan masuk di Kota Jayapura akhirnya membawa masalah.

 

Kota Jayapura, menjadi Kota yang diperhitungkan di Indonesia, berada pada  urutan ke -20 dari 330 kabupaten kota. maka Adminduk warga Kota Jayapura harus lengkap.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura,  Dr. Merlan S. Uloli, SE.,MM., menjelaskan proses oprasi non Yustisi. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu,  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura,  Dr. Merlan S. Uloli, SE.,MM., menjelaskan proses oprasi non Yustisi.

 

“Biasanya kami lakukan operasi yustisi bukan non yustisi. Bedanya adalah kalau operasi yustisi, kami dapati orang yang belum punya dokumen kependudukan, langsung kami tindaklanjuti, namun karena ini operasi non yustisi maka kami akan telusuri ke rumah warga,” katanya.

 

Merlan juga menjelaskan, bahwa langkah selanjutnya bagi warga yang kedapatan tidak memiliki surat Kependudukan, pihak Dukcapil langsung membantu, Program jemput bola ini sekaligus dapat mendeteksi pendatang.

 

“Bila tidak punya dokumen kependudukan langsung kami arahkan untuk bikin di tempat kami lakukan pelayanan hari ini, karena setelah hari raya Idul Fitri, akan banyak orang dari luar Jayapura datang ke Jayapura entah liburan atau ikut keluarganya, maka inilah saat yang tepat,”ungkapnya.

 

Diriinya berharap, dengan adanya kegiatan inisemakin banyak kesadaran warga Kota Jayapura untuk memiliki dokumen kependudukan. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here