Komisi V DPR Papua  Menilai  Penempatan Venue Voli di Koya Tidak Tepat

0
595
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua ( DPRP) menilai pemilihan tempat untuk cabang olahraga Volli Indoor dan Voli Pantai berlokasi di Koya, Kota Jayapura sangat tidak tepat. Tampak saat meninjau lokasi tersebut/ (Gracio / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua ( DPRP) menilai pemilihan tempat untuk cabang olahraga Volli Indoor dan Voli Pantai berlokasi di Koya, Kota Jayapura sangat tidak tepat.

Wakil Ketua Komisi V DPRP, Maria Duwitau mengatakan,  bahwa lokasi venue untuk cabor volli selain tempatnya sangat jauh, juga di kuatirkan tidak akan ada penonton.

“Tempatnya sangat jauh dari jalan raya, kami yang mempunyai akses transportasi sendiri saja bepikir dua kali untuk datang ke tempat ini, apalagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor dan anggkutan umum.Jadi saya pikir tempat ini tidak layak, volli pantai ko tempatnya di gunung,” ungkap Maria Duwitau,  usai meninjau lokasi pembangunan venue untuk cabor volli di kota, Jayapura, Rabu 3 Juli 2019.

Dalam melihat langsung situasi di lapangan, sebagian kecil pekerjaan sudah jalan, hanya saja sempat terhenti akibat liburan hari raya idul fitrih.

” Sudah hampir 3 minggu para pekerja dan kotraktor belum balik dari liburan, sehingga pekerjaan ini belum di lanjutkan.Oleh karena itu kami memandang kalau hanya untuk mengejar target kita kembalikan kepihak kontraktornya atau menuguh lelang lagi ini kami akan pertanyakan Disorda Papua,” ujarnya.

Sementara itu Sekertaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol menyampaikan bahwa ketika komisi V meninjau secara langsung pembanggunan venue Volli indoor dan voli pantai, untuk lapangan Volli pantai tribun dan lapangan sudah mencapai sekitar 50 persen namun lapangan volli indor dan fasilitas lain belum kelihatan,

” Ini pekerjaan besar, dan baru sebagian kecil yang di kerjakan kontraktor, dengan sisa waktu satu tahun ini kapan pekerjaan ini selesai, dan kami juga mempertanyakan apakah pekerjaan ini tidak ada pengawasan baik dari pemerintah maupun pihak terkait yang bertugas menangani hal ini,” tanya Natan.

Selanjutnya hal yang sama juga dikatakan oleh anggota Komisi V DPRP, Ignasius Mimin bahwa untuk tempat ini sangat tidak layak karena aksesnya terlalu jauh dari jalan utama.

“Oleh karena itu Pimpro harus proaktif dan serius melihat hal ini, setiap 3 bulan harus mengevaluasi pekerjaannya.Dan kami minta Manager yang menangani pekerjaan ini harus tetap berada di tempat,” jelas Mimin

(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here