Apen Beyeren Warnai Festival Biak Munara Wampasi ke –  VII  2019 : Warisan Budaya Leluhur Dengan  Berjalan Diatas Batu Panas

1
821
Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry A. Naap yang juga turut hadir menyaksikan atraksi Apen Beyeren ini dalam sambutannya mengatakan, Apen Beyeren ini merupakan sebuah kearifan lokal sejarah budaya wisata yang hanya ada di Papua khususnya di Kabupaten Biak Numfor.. Tampak proses berjalan diatas batu panas. (Viona / lintaspapua.com)

BIAK (LINTAS PAPUA) – Apen Beyeren menjadi salah satu Atraksi budaya yang ditampilkan dalam Festival Biak Munara Wampasi ke VII tahun 2019 ini. Apen beyeren atau yang lebih dikenal dengan berjalan di atas batu panas ini merupakan warisan budaya para leluhur yang secara terus menerus dilestarikan oleh masyarakat adat di Kabupaten Biak Numfor dan biasanya dilakukan dalam upacara adat untuk penghormatan terhadap seseorang atau tokoh adat.

Prosesi buka batu sebelum atraksi apen beyeren dilakukan. (Viona / lintaspapua.com)

Seperti yang terlihat pada FBMW ke VII kali ini, banyak pengunjung baik wisatawan asing maupun lokal yang datang ke Museum Cendawasih hanya untuk menyaksikan atraksi ini. Atraksi yang diawali dengan membakar batu dengan diselingi kayu ini berlangsung cukup lama dan memakan waktu hingga batu benar – benar panas dan siap untuk dipakai.

Saat batu mulai panas dan dibongkar, para tetua adat mulai membaca doa dan sesaat kemudian beberapa orang mulai menari serta diiringi lagu sebagai awal untuk melakukan atraksi apen beyeren ini. Kemudian beberapa orang mulai berjalan diatas tumpukan batu – batu panas tersebut.

Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry A. Naap yang juga turut hadir menyaksikan atraksi Apen Beyeren ini dalam sambutannya mengatakan, Apen Beyeren ini merupakan sebuah kearifan lokal sejarah budaya wisata yang hanya ada di Papua khususnya di Kabupaten Biak Numfor.

Bupati Kab. Biak Numfor Herry A. Naap bersama istri saat pembukaan FBMW ke VII 2019. (Viona / lintaspapua.com)

“Kegiatan yang telah dipaparkan kepada kita menunjukkan bagaimana begitu kayanya budaya adat istiadat yang ada di negeri ini. Tuhan kasih Anugerah budaya adat istiadat bagi kita sebuah kearifan lokal yang kalau kita pelajari dalam sejarah budaya wisata di Indonesia, hanya ada di Kabupaten Biak Numfor,” ujar Herry

Herry A. Naap meyakini, FBMW memiliki nilai plus tersendiri bagi Kementrian Pariwisata sekaligus juga menjadi catatan tersendiri sehingga FBMW masuk dalam 100 event Kalender Nasional.

Dalam kesempatan ini juga, Herry A. Naap atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dan keluarga terkait secara khusus barmani yang telah melakukan atraksi Apen Beyeren ini. “Atas nama Pemerintah Daerah saya selaku Bupati menyampaikan Terima kasih, tolong jaga lindungi budaya kita, kearifan kita yang diberikan oleh para leluhur kita.” Ucap Herry

Selain itu juga, Herry mengajak seluruh masyarakat Biak Numfor untuk tetap berpartisipasi dalam menyaksikan event – event dalam FBMW yang dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 6 juli 2019.

500 penari Kolosal saat menampilkan tarian pada pembukaan FBMW ke VII 2019. (Viona / lintaspapua.com)

“kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menyaksikan seluruh event-event yang diselenggarakan dalam Festival Biak Munara Wampasi. tetap menjaga keamanan, ketentraman kota Biak. Dan juga tetap menjaga kebersihan kota Biak sebagai kota terbersih, kota negeri Para Mambri yang terus akan menyelenggarakan Festival Biak Munara Wampasi.” tutur Herry

Sementara itu, perwakilan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Koordinator Calendar of events wilayah Maluku, Maluku utara, Papua dan Papua barat Arya Raseno yang juga turut hadir menyaksikan atraksi Apen Beyeren Mengungkapkan, pihaknya akan terus berusaha untuk memperjuangkan FBMW masuk dalam Kalender Event Nasional Tahun 2020.

“Kita bangga bahwa kita punya sesuatu yang orang lain tidak punya dan ini banyak sekali wisatawan yang datang untuk menyaksikan Apen Beyeren. Sehingga kami tetap berjuang untuk masuk dalam kalender Event Nasional tahun 2020,” pungkasnya. (Viona / lintaspapua.com)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here