JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Ketua Badan Formatur Alumni Pembangunan SMA Gabungan,  Lienche Maloali,  dari Alumni 1979 angkat ke 16 dari SMA Gabunga yang juga  sebagai penggas menyatakan, pemilihan terhadap pengurus Ikatan  Keluarga Besar Alumni SMA Gabungan itu belum terlaksana sehingga akan digagas untuk segera  menggagas untuk kita melaksanakan  suatu piknik untuk membicara tentang hal yang formal untuk kita  bisa melakukan suatu pertemuan.

Penyerahan Dana Sumbangan Spontanitas Sebesar Rp.11.000.000,-( Sebelas Juta ) Rupiah, Penyerahan Perwakilan Alumni 1982 Kepada Ketua Badan Formatur Bangun SMA Gabungan Baru. Ibu.LIN Maloali Alumni Angkatan 1979.di dampingi oleh Ketua Team Kerja Gustaf Griapon Alumni 2001. (Humas Alumni SMA Gabungan)

“Dimana kita bisa memilih pengurus pusat ikatan keluarga besar Alumni SMA Gabungan. Pada saat ini ternyata dengan singkatnya  kami memilih melaksanakan kegiatan dan mereka melaksanakan dengan sukses,” ujar  Lienche Maloali.

Dikatakan,  bahwa pihaknya bisa menentukan bersama-sama dengan alumni menentukan hari yaitu 6 Juli akan melakukan suatu pertemuan untuk melakukan pemilihan  terhadap Ikatan Keluarga Besar Alumni SMA Gabungan  Yaitu, badna Pengurus Inti.

Itu tujuan utama mengapa kami melakukan temu kangen dengan berpikini bersama 29 Juni 20019 di Pantai Base G.

Aksi 5 menit, setelah melakukan dialog ada beberapa  pendapata dan usulan yang baik bahwa kita melakukan aksi lima menit untuk mengumpulkan  dana kegiatan pelaksanaan badan pengurus ikatan keluarga besar SMA Gabungan.

“Kita melakukan aksi lima menit tadi, dan aksi lima menit itu kita berhasil  mengumpulkan uang 11 juta. Itu untuk menjadi dana dasar untuk melakukan suatu pertemuan pemilihan badna pengurus ikatan keluarga besar SMA Gabungan yang akan dilaksankaan 6 Juli di Aula SMA Gabungan,”

Bagi alumni yang tidak sempat hadir, mengajak untuk berkoordinasi dengan coordinator masing supaya bisa melihat informasi dan bisa mengirim  lima orang utusan untuk melakukan pemilihan Badan Pengurus Ikatan Keluarga Besar Alumni SMA Gabungan.

Sementatra itu, Koordinator Tim Alumni SMA Gabungan,  Gustaf Griapon mengatakan, bahwa  kegiatan merupakan sesuatu yang luar biasa, mungkin selama ini yang terjadi adalah reuni atau kegiatan-kegiatan per angkatan masing.

 

“Namun pada hari ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Ini yang keempat kali temu kangen rekreasi tetapi dalam kegiatna ini bukan hanya euforia atau nostalgia dari para senior atau Junior, akan tetapi ini menjadi pintu masuk atau sebagai jembatan ide dari para senior kita yang sudah mendahulu di panggil Tuhan, bahkan masih ada untuk mengkonsep membangun gedung baru SMA Gabungan,”

 

Terlihat dalam kegiatan ini sangat antusias untuk tanggal 6 Juli akan dilakukan badan pemilihan badan pengurus di Aula  SMA Gabunga, kemudian badan pengurus itu akan menindak lanjuti untuk melakukan workshop untuk semangat membangun bangun SMA Gabungan yang baru.

 

Sementara itu, Senioritas Alumni SMA Gabungan dari tahun 1964, Jhon Kabey menuturkan, bahwa sebagai bagian dalam proses peradaban  yang sudah di mulai dari pulau Mansinam sampai tahun 1956 GKI berdiri sendiri, bagaimana  proses pendidikan itu bisa sampai ke perguruan tinggi.

Untuk sampai ke perguruan tinggi harus ada HDS karena sekolah-sekolah yang ada pada umumnya waktu itu tidak diberikan tiket untuk masuk ke perguruan tinggi.

“Sebagai sekolah swasta, sekola ini berkembang dan eksis ada di tangan para alumni. Alumni sudah punya berbagai potensi, bisnis,  Pemerintahan, politik dan macam-macam, sehingga berkat dari skeolah ini dinikmati oleh alumni,” katanya.

 

Menurutnya, SMA Gabungan ini bukan SMA Negeri akan tetap SMA Swasta, sehingga lewat dari itu SMA swasta ini menjadi kekuatan bertumbuhnya di tangan alumni.

Pertemuan ini  saya berharap agar semakin melihat latar belakang dan melihat berkat yang ada di tanah ini yang sedang dinikmati. Ia juga mengajak agar para alumni bertekat untuk menyalurkan ilmu mereka ke masa yang akan datang.

Melihat kualitas pendidikan dari tahun ke tahun, kata Jhon Kabey, itu membutuhkan proses, saya melihat  ada kemajuan dan saya berharap agar lebih maju lagi.  “Semua anak-anak Gubernur Papua, Panglima, anak-anak pejabat tinggi sekolah disini kala itu,” ucapnya.

Ketika jaman belanda anak-anak dari Sekda. Jadi sekolah ini betul-betul punya potensi dan kita harus menyadari potensi bahwa ada sejarah pertumbuhan SMA ini da nada berkat yang diteruskan dan itu diteruskan oleh alumni bukan oleh guru dan anak sekolah ataupun yayasan.

“Alumni ini yang harus berkorban dan buktikan bahwa dia sudah punya berkat dari sekolah ini.,”

Dia menyatakan bahwa SMA Gabungan merupakan sekolah pertama di tanah Papua. Dimana tahun 1963 banjir datang ke sekolah tersbeut. Ada dari Merauke datang ke Jayapura hanya untuk sekolah.

Kalau itu begitu susah mencari pendidikan kala itu, sehingga kontribusi alumni yang ditunggu untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan berkat bagi SMA gabungan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here