Dari Ketinggian Pemancar Polimak Terlihat Pelabuhan Kota dan Keindahan Kota Port Numbay. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dari hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua selama bulan Mei 2019 menunjukkan bahwa di Kota Jayapura terjadi inflasi sebesar 1,13 persen. Kondisi ini berbeda dengan bulan sebelumnya, dimana sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,26 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji menjelaskan, faktor pemicu terjadinya inflasi adalah kenaikan harga terbesar pada komoditas angkutan udara sebesar 0,650 persen.

“Selain itu, kenaikan harga juga tejadi pada komoditas bawang putih 0,202 persen, bawang merah 0,179 persen, ikan kembung 0,079 persen, kangkung 0,056 persen, cakalang 0,046 persen, cabai rawit 0,037 persen, sawi hijau 0,018 persen, ikan salam 0,018 persen, tomat sayur 0,016 persen dan beberapa komoditas dominan lainnya,” ujarnya di Kantor BPS, Selasa, (11/6/2109).

Ditambahkan, perkembangan inflasi di kota Jayapura tahun berjalan Mei 2019 mencapai 1,36 persen. Pencapaian ini lebih rendah dan terkendali dibandingkan Mei 2018 yang sebesar 2,78 persen.

“Selain itu, inflasi year on year (yoy) Mei 2019 sebesar 5,23 persen dan relatif lebih tinggi dibandingkan yoy Mei 2018 yang sebesar 4,36 persen,” jelasnya.

Sementara, BPS Provinsi Papua menilai, berdasarkan pantauan inflasi month to month tersebut memberikan sinyal bahwa capaian inflasi di Kota Jayapura mencapai diatas 1 persen, sehingga memerlukan campur tangan pemerintah agar harga relatif terkendali. (Gracio / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here