Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
📖 I Samuel 16:7

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.

“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.

“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi.
Tetapi nyatanya tidak.

Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk
melaporkan kepada sang pemimpinnya :
“Pak jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,”  katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan kesal dan mengangguk.

Orang sepenting sang pimpinan pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika ia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.

Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan.
Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang berharap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah.
“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal.

Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat,
“Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan.
Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?!

Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?!
Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam.

Sang Pemimpin Harvard senang.
Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan,
“Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk.

Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan pergi, mereka melakukan perjalanan ke California,  Dan disana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka,  sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika saat ini.

Banyak orang, seperti pimpinan Harvard itu, silau oleh baju usang, dan merendahkan orang lain.

Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai.

Kesombongan selalu memandang rendah orang lain!

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
( Lukas 18:14 )

Berbuatlah baik kepada Semua orang dan jangan terlalu cepat menganalisa dan menilai orang lain !!

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi ALLAH telah MEREKA-REKAKANNYA untuk KEBAIKAN, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.   🙏Kejadian 50:20

Selamat Hari Minggu.

Tuhan Yesus Memberkati

(Dikutip dari share grup WhatsAp )